tawassul dan doa nabi

Pribadi Nabi Muhammad yang Sangat Memesona dari Seluruh Aspeknya

Posted on

Aku tak sabar ingin menulis ini lagi, untuk diriku sendiri dan keluargaku. Ya, tentang pribadi Nabi yang mulia.

Secara umum kita dapat mengatakan bahwa kekaguman itu terletak pada eksistensi (pribadi) Muhammad Saw yang memesona dari seluruh aspeknya yang didambakan oleh dunia kemanusiaan, sepanjang sejarah umat manusia, di mana dan kapanpun. Para ulama, sejarawan, dan cendikiawan muslim menggambarkan dengan indah tentang pribadi sang Nabi :

“Bila ada orang yang meninggal dunia dia mengiring jenazahnya.”

“Jika ada orang yang sakit dia menengoknya, meski berada di tempat yang jauh.”

“Dia sering duduk dalam posisi yang sama bersama-sama orang-orang fakir. Dia mengambilkan untuk mereka makanan dengan tangannya sendiri.”

“Dia senang menemui teman-temannya untuk sekedar silaturrahim.”

“Dia menghormati orang-orang yang berbudi pekerti luhur, dan tetap berbuat baik kepada orang yang tidak baik (Ahl al-Syarr).”

“Dia suka mengunjungi kerabat dekatnya tanpa melebihkan mereka dari orang-orang yang lain.”

“Dia tidak pernah bertindak kasar kepada siapapun dan memaafkan orang yang meminta maaf.”

“Nabi Saw adalah orang yang banyak senyum, kadang-kadang tertawa, tetapi tidak berlebihan.”

“Seperti yang lain, dia juga suka bercanda, tetapi tak pernah berbohong.”

“Dia tidak mengenakan pakaian melebihi pakaian pembantunya.”

“Dia tidak pernah mencaci siapapun. Dia tidak pernah merendahkan dan memukul perempuan, isteri dan pembantunya.”

“Bila ada orang yang mencaci-maki orang lain, Nabi mengatakan: “tolong tinggalkan cara seperti itu”.

“Bila ada orang berbicara dengan suara tinggi, dia menahan diri dan sabar.”

“Bila datang kepada hamba-sahayanya, laki-laki atau perempuan, dia mengajaknya berdiri dan membantu keperluannya.”

“Nabi tidak pernah membalas keburukan orang lain dengan keburukan serupa, melainkan memaafkannya dan mengulurkan tangannya.”

“Jika bertemu orang, dia mengucapkan salam, ucapan damai, lebih dahulu.”

“Bila bertemu temannya, dia mengawali mengulurkan tangannya.”

“Nabi selalu berzikir (mengingat Allah) baik ketika berdiri maupun ketika duduk.”

Baca Juga >  Apa Barometer Cinta Tanah Air? Kenapa Kok Membubarkan Pengajian?

“Jika ada orang yang duduk menunggunya ketika sedang shalat, dia mempersingkat shalatnya lalu menemuinya sambil mengatakan: apakah ada yang bisa aku bantu?”

“Ketika mendengar cucunya menangis, dia menyegerakan shalatnya, lalu menemui dan menggendongnya.”

“Ketika dia masuk dalam suatu majlis, beliau duduk di tempat mana saja yang kosong yang dilihatnya pertama kali.”

صل وسلم عليه وعلى اله

Sementara itu, ada kesaksian orang lain tentang sosok Nabi Muhammad SAW.

Gustave Lebon, psikolog sosial Perancis mengatakan:

“Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa di antara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah”.

Puncak nilai kemanusiaan yang dimaksud Lebon adalah Nabi membebaskan dan memaafkan orang-orang kafir musyrik Makkah yang sangat membenci itu.

Sir George Bernard Shaw, dalam buku “The Genuine Islam” :

“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang”.

Penulis: KH Husein Muhammad, Arjawinangun Cirebon.