Ponpes Sunan Kalijaga Dampingi Studi Banding Masyarakat Kulonprogo ke Temanggung

Proses Sarasehan

TEMANGGUNG, BANGKITMEDIA.COM

Hari Ahad (17/2/2019), Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gus Beny Susanto mengikuti proses pendampingan masyarakat Kulonprogo yang melakukan studi banding ke Pasar Papringan. Studi Banding yang difasilitasi oleh Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat, Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana tersebut juga disertai dengan Sarasehaan bersama Singgih Susilo Kartono di Desa Kandangan, Temanggung.

Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut terdiri dari pemerintah Kecamatan Samigaluh, Kepala Desa Kebonarjo, Kepala Desa Sidoharjo, Kepala Desa Pagerharjo dan kepala dukuh dari masing-masing desa, bersama dengan wakil-wakil dari kelompok masyarakat, sebagai anggota dari Koperasi Griya Jati Rasa. Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Farsijana AdeneyRisakotta PhD selaku Investigator Program Samigaluh Tanggap Globalisasi. “Program ini bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat, pihak swasta dan pemerintah menghadapi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Bedah Menoreh,” tulis Farsijana dalam rilisnya.

Farsijana menjelaskan bahwa pemilihan lokasi studi banding dan sasaran pembelajaran yang ditujukan kepada penguatan kerja Bapak Singgih penemu sepeda bambu “Spedagi” dan mas Imam dari Komunitas Mata Air di Desa Ngadi Mulya. Mereka berdua adalah ikon yang mampu memberdayakan potensi lokal yang ramah lingkungan, yang bisa mendorong dan menggerakkan ekonomi lokal dan sekaligus menjaga keberlangsungan kewirausahaan berbasisi kebijakan lokal, diharapkan akan menjadi inspirasi kepada masyarakat di Kulon Progo siap menghadapi globalisasi yang sedang terjadi melalui pendirian NYIA.

“Untuk mengawalinya, Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat, Fakultas Bisnis, UKDW telah melakukan workshop “Samigaluh Tanggap Globalisasi, Tanggungjawab Umat beragama” pada tanggal 31 Mei 2018. Hasil lokakarya menurunkan berbagai kegiatan seperti riset dosen, riset kolaborasi mahasiswa dosen dari program MM, UKDW, program pemberdayaan kapasitas anggota kelompok koperasi Griya Jati Rasa yang berada di Samigaluh; penguatan spesifikasi produk dan pengurusan HAKI,” lanjut Farsijana.

Ada tiga tujuan dari kegiatan ini, di antaranya adalah pertama, mendorong wakil-wakil kelompok-kelompok dampingan Yayasan Griya Jati Rasa, yaitu anggota Koperasi Griya Jati Rasa  untuk menambah pengetahuan dalam pengelolaan terpadu produk untuk meningkatkan nilai tambah bagi warga maupun usaha bersama di tingkat desa, mendorong adanya pembuatan produk ekonomi berbahan daur ulang dan mampu mengorganisir kegiatannya dalam bentuk koperasi sebagai wadah pembelajaran dan pemupukan modal bersama.

“Kedua, memfasilitasi akses dari kelompok-kelompok dari masing-masing desa di Kecamatan Samigaluh, wilayah kabupaten Kulon Progo maupun di lingkungan DI.Yogyakarta untuk bisa bekerja sama membangun produk unggulan setempat yang menjadi ciri khas warga dan tempatnya dalam pengembangan jalur wisata dan lama tinggal wisatawan terkait dengan kehadiran NYIA,” tulis Farsijana.

Terakhir, atau ketiga, mendorong masyarakat sipil, Yayasan dan Lembaga Swadaya Masyarakat  dan akademisi sebagai partner kerja dari Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyakat untuk berjejaring dalam membantu penguatan kapasitas pengurus dan

anggota Koperasi Griya Jati Rasa sehingga bisa siap memfasilitasi pemasaran produk anggota-anggota maupun non anggota di NYIA. (rls/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *