sunan kalijaga

Pesantren Sunan Kalijaga: Bom Surabaya Perbuatan yang Terkutuk

Keluarga besar Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan Yogyakarta menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban bom Surabaya (13 Mei 2018) dan turut prihatin bagi para korban yang terluka. Semoga Allah SWT, memberikan, ketabahan, kesabaran bagi keluarga dan senantiasa melimpahkan rahmat dan berkahNya bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia.

Peledakan bom bunuh diri merupakan sebagian amal yang terkutut, tercela (min ‘amalis syaithon) yang harus dijauhi, bukan amal jihad. Bahkan termasuk amalan yang sesat dan bisa menyesatkan (dholun fa adhollu). Apalagi para korban sedang menjalani ibadah, dan doa, tidak ada ajaran agama apapun yang bisa membenarkan perbuatan terkutut itu. Masjid, gereja, pura, vihara, sinagog adalah tempat suci yang dimuliakan, dan tidak boleh dikotori  dengan perbuatan dosa.

Kepada seluruh elemen masyarakat, bangsa dan negara, kami ajak untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan doa, berbagai ibadah masing-masing agar senantiasa diberikan bimbingan dan pertolongan. Beri kesempatan kepada polisi dan aparat keamanan terkait agar bisa menunaikan tugas sebaik-baiknya, sehingga bisa tuntas dan situasi keamanan, ketertiban tercipta kembali. Kita tetap tenang, bekerja sama dengan sesama elemen bangsa dengan menjaga kewaspadaan keluarga dan lingkungan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah rumah kita bersama, tidak boleh terorisme dan teroris terus bermunculan. Untuk itu sinergi seluruh elemen bangsa dan negara Indonesia menjadi kunci penting melibas bibit terorisme dan teroris di bumi pertiwi. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan berkahNya bagi bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia.

Baca Juga >  Hadapi Hoax dan Fitnah, Ketum PBNU Perintahkan “Jihad” Media

Yogyakarta, 13 Mei 2018

Hormat kami,

Beny Susanto

Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga