Pesantren Kaliopak Peringati Haul Sewindu Gus Dur

Posted on

BANTUL, BANGKITMEDIA.COM

Dalam rangka mengenang haul sewindu Gus Dur, Pesantren Kaliopak bekerja sama dengan PW Lesbumi NU DIY menggelar acara  tahlilan bersama dan pembacaan puisi, Senin (25/12) malam. Tema yang diambil adalam acara ini adalah Tirakatakan Sewindu, Haul Gus Dur dan Wajah Seribu Kerinduan.

“Tema ini mencerminkan bahwa banyak sekali ilmu yang diperoleh dari seorang Gus Dur, bukan hanya sebuah kenangan dan juga bukan hanya sebuah pelajaran,” tutur Ketua Lesbumi DIY, Kang Udin.

Selain itu, lanjutnya. Gus Dur adalah seorang tokoh yang akan selalu menjadi cerminan dari zaman ke zaman, dan juga sebagai panutan ideologi bagi anak-anak muda zaman now, khususnya pencinta Gus Dur.

“Acara ini selain bentuk cinta terhadap Gus Dur, juga sebagai kerinduan pada sosok guru bangsa itu yang bisa melihat manusia dengan segala sisi, bukan hanya dari bajunya atau atribut yang melekat pada badannya, tetapi bagaimana Gus Dur melihat manusia sebagai makhluk yang punya prioritas pertama di mata sang pencipta. Itulah yang Gus Dur ajarkan kepada kita dan ideologi itu masih sangat relevan sampai sekarang, bahkan sangat riskan untuk dipublikan ke tengah-tengah masyarakat,” tegas Kang Udin.

Kang Udin menuturkan bahwa dengan acara ini kita mengingat kembali bagaimana peranan Gus Dur menjadi sangat sentral dalam mengurangi krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM.

“Dalam acara ini juga ada pembacaan Suluk Linglung Sunan Kalijaga, dan itu ada hubungan dengan Gus Dur, karena Gus Dur adalah ulama yang sadar betul dengan budaya dan warisan-warisanya pun juga tidak  lepas dari pendahulu-pendahulunya, terutama Walisongo. Maka tidak heran jika Gus Dur memiliki kesamaan dengan Sunan Kalijaga dalam hal pemikiran, dalam sejarah Sunan kalijaga akan kita temukan dunia manusia yang dimana itu dimiliki oleh Gus Dur saat itu,” katanya.

Baca Juga >  MAPABA Telah Usai, Ini Tiga Pesan Untuk PMII Komisariat UNU Jogja

Dalam konteks Wali Songo, lanjut Kang Udin yang sangat sangat populer di masyarakat adalah Sunan Kalijaga. Kita bisa melihat dari berbagai macam dimensi, tidak hanya dari satu pandangan saja bahwa Gus Dur dan Sunan Kalijaga saling berkaitan. Itulah yang membuat beliau fenomenal di masyarakat.

Selain nilai kemanusia yang dapat kita ambil dari sosok Gus Dur, kesederhanaannya, kesabarannya, dan kesetaraannya itulah yang menjadi pelita tersendiri bagi para pencinta cucu Kh M Hasim Asy’ari itu.

“Harapan yang kami inginkan dari acara ini hanya sederhana, sebagai bangsa indonesia jangan sampai menghilangkan warisan-warisan para ulama dan budaya nenek moyang kita. Maka akan muncul kesadaran bahwa kita lahir dari bangsa yang cinta akan budaya dan punya ulama hebat, salah satunya Gus Dur,” pungkas Kang Udin. (Ami/Irpan/Rokhim)