Peneliti: Ayat Al-Qur’an Sering Digunakan Sebagai Legitimasi Politik

Bukan Ahlinya Tapi Menafsirkan Qur'an dan Sunnah, Jadinya Rusak

Ayat Al-Qur’an sering menjadi legitimasi berbagai agenda, termasuk politik. Ada beberapa temuan yang menyatakan bahwa tafsir yang digunakan tidak sesuai dengan makna aslinya.

Temuan ini terangkum dalam “Shi’ite Ideology Bias in Al-Qummi Tafsir: Study of Ali Imran and Al-Nisa’ Chapters” karya Abidin dan Ahmad Zainal. Penelitian tersebut berada dalam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 19 Nomor 2 yang terbit tahun 2018.

Menurut para peneliti, kajian tentang bias politik dalam tafsir Al-Quran sangat menarik dilakukan terkait konteks yang menyebabkan kemunculannya. Ayat Al-Qur’an sering digunakan sebagai legitimasi pemahaman dalam wacana agama.

Dengan menggunakan pendekatan historis dan komparatif, studi terhadap tafsir al-Qummi ini menemukan bahwa ayat-ayat Al Qur’an dipahami sedemikian rupa oleh seseorang yang hidup dalam konteks tertentu untuk mendukung madzhab Syiah dan menyerang lawan-lawan politik.

“Penafsiran yang demikian berbeda dengan Al-Qur’an dan Tafsirnya karya dari Tim Kementerian Agama,” tulis dalam laporan tersebut.

Studi juga menemukan bagaimana tafsir al-Quran menjadi medan kontestasi makna antar kelompok. Kecenderungan ini ditemukan dalam penafsiran al-Qummi tentang surah Ali Imran dan al-Nisa’.

“Kemunculan interpretasi yang bias seperti itu tidak dapat dipisahkan dari konteks budaya dan sosial politik al-Qummi ketika ia hidup di tengah-tengah persaingan dan intrik politik antara kelompok Muslim di era tertentu dalam sejarah Islam,” tulisnya.

Penulis: Antariksa Bumiswara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *