PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis untuk Santri Lirboyo (2)

PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis untuk Santri Lirboyo

Posted on

PATI, BANGKITMEDIA

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar tapid test gratis bagi himpunan santri Pati Lirboyo (Hispal), bertempat di halaman gedung PCNU, Sabtu (4/7/2020).

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Kegiatan rapid test gratis untuk santri Pondok Pesantren Lirboyo yang diikuti oleh 93 santri ini terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19 dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati.

Ketua PCNU Kabupaten Pati, Kiai Yusuf Hasyim mengatakan, langkah itu sebagai upaya dalam memfasilitasi santri sebelum kembali ke pondok, terutama pondok di luar kota yang mensyaratkan rapid test. Sebab menurutnya, santri adalah bagian dari SDM NU.

“Senin nanti, 93 santri tersebut akan berangkat ke Lirboyo. Kami juga ikut membantu menyediakan fasilitas transportasi. Karena diharuskan sesuai protokol kesehatan, ada sekitar empat bus yang akan membawa para santri tersebut,” ujar Kiai Yusuf Hasyim.

Lanjut Kiai Yusuf Hasyim menjelaskan, fasilitasi rapid test dan pemberangkatan santri ini merupakan tahap pertama. Diupayakan, akan dilakukan tahap-tahap berikutnya. Sebab, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Gugus Tugas kabupaten untuk sebisa mungkin memfasilitasi seluruh santri Pati yang membutuhkan.

“Di samping itu, alhamdulillah kami di NU banyak mendapat donasi dari berbagai pihak. Mereka turut membantu para santri kembali ke pesantren, bukan hanya rapid, melainkan juga mengawal santri sampai kembali ke pondok,” Terang Kiai Yusuf Hasyim

Sejauh ini, PCNU juga tengah melakukan komunikasi melalui pengurus MWC, jikalau terdapat pesantren-pesantren lain yang juga mensyaratkan rapid test bagi santri sebelum kembali ke pondok.

“Kalau (pesantren) tidak mensyaratkan rapid test, ya cukup dengan surat kesehatan dari puskesmas. Tapi bagi pesantren-pesantren yang membutuhkan rapid test nanti kita komunikasikan dengan satuan gugus tugas agar bisa terlayani di PCNU ini,” tambahnya.

Baca Juga >  Ini Daftar Penerima Beasiswa LAZISNU DIY

Terkait jumlah data yang ada di NU, lanjut Yusuf Hasyim, santri yang mondok di luar kota ada sekitar 500-an lebih. Hanya saja, tidak secara keseluruhan mensyaratkan rapid test.

“Tidak semua mensyaratkan. Kalau seperti santri Gontor dan Tegalrejo sudah kami laksanakan. Ini yang dari Jombang dan Lirboyo juga mensyaratkan. Kalau yang dekat seperti di Yanbu’, jumlahnya memang cukup banyak, tapi karena dekat kita pertimbangkan, apakah perlu rapid test atau cukup surat keterangan sehat,” kata Yusuf.

Untuk Pati sendiri karena cukup besar, kata Yusuf, ada sekitar 220 pesantren dengan kapasitas santri sekitar 19 ribu lebih. Dengan jumlah demikian, ada pesantren yang telah menyiapkan protokoler kesehatan untuk new normal.

“Yang pertama adalah pesantren yang sudah siap dengan rapid test secara mandiri. Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Trangkil, Kabupaten Pati, pengasuh KH. Muhammad Najib Suyuthi membiayai rapid test santri secara gratis menghabiskan total biaya 1.050.000.000. Ini mereka memulai secara bertahap penerimaan santri-santri. Kemudian ada juga pesantren yang tidak mensyaratkan rapid test, tapi mensyaratkan protokoler kesehatan bagi santri dan orang tua wali, ini juga sebagian sudah ada yang kembali ke pesanten,” jelas Kiai Yusuf Hasyim

Bahkan, menurut Yusuf Hasyim, ada pula santri yang tidak pulang dari pesantren. Secara otomatis mereka sudah terkarantina di pondok.

“Selain itu kita sudah sosialisasikan ke RMI NU Kabupaten Pati, dan membuat edaran informasi ke pesantren agar membuat jadwal penerimaan santri secara bertahap. Khususnya santri dari kabupaten Pati dulu, kemudian disusul yang dari luar kota,” terang Kiai Yusuf Hasyim.

Kontributor : Fikrul Umam