PC IPNU-IPPNU Bantul Dorong Kaderisasi Lewat Latin–Latpel dan Diklatmad 2025

Bangkitmedia.com, BANTUL – Di tengah menurunnya minat pelajar terhadap organisasi, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul terus melakukan aktualisasi langkah kaderisasi. Caranya melalui Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih (Latin–Latpel) 1 serta Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) 2025.

PC IPNU-IPPNU Bantul menegaskan kaderisasi bukan sekadar agenda rutin. Melainkan denyut nadi masa depan Pelajar NU. Mengusung tema ‘Menjaga Akar, Menjemput Arah: Transformasi Generasi Nahdliyin di Era Perubahan’, kegiatan diselenggarakan di SMA Negeri 1 Pundong pada Kamis (25/12/2025) untuk Diklatmad dan Jumat (26/12/2025) bagi Latin-Latpel.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 39 peserta pilihan digembleng secara intensif. Sebanyak 24 peserta dipersiapkan sebagai instruktur dan pelatih yang akan menjadi penggerak kaderisasi. Sedang 15 peserta Diklatmad ditempa sebagai komandan CBP-KPP yang siap berdiri di garis depan pengabdian.

Ketua Pelaksana Muhammad Ulil Absor menyebut kegiatan ini sebagai kawah candradimuka yang membentuk karakter dan mental kader. “Kami melihat bagaimana kolaborasi mengalahkan ego. Tekanan di sini justru melahirkan instruktur, pelatih dan komandan baru yang jauh lebih tangguh. Gelar yang diraih nantinya bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus menyalakan api kaderisasi,” tegas Ulil.

Salah satu yang menarik dari gelaran tahun ini adalah upaya mendobrak eksklusivitas. Ketua PW IPNU DIY Didi Manarul Hadi menekankan IPNU-IPPNU harus bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan relevan dengan hobi anak muda zaman sekarang.

“Pelajar NU masa kini menentukan NU masa depan. Kita harus menjadi organisasi yang mengayomi, fokus pada capacity building, dan menjangkau semua kalangan,” ujar Didi.

Bahkan, sebuah seloroh kuat muncul di lapangan: “Pemuda tidak kalcer jika tidak join IPNU-IPPNU”. Istilah kalcer (culture) di sini merujuk pada identitas anak muda yang bangga akan akar tradisinya namun tetap relevan dengan gaya hidup modern.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IPPNU Bantul Nurul Faroh Almuna mengaku terharu sekaligus bangga melihat militansi peserta.

“Saya optimis kaderisasi di Bantul akan berkembang secara masif. Di tengah berkurangnya minat pelajar terhadap organisasi, momentum empat hari ini membuktikan bahwa kita mampu melahirkan kader yang militan namun tetap moderat dalam menghadapi perubahan zaman,” ungkap Faroh.

Melalui proses kaderisasi yang padat dan berjenjang ini, PC IPNU-IPPNU Bantul menegaskan lahirnya kader dengan karakter unggul, antara lain mereka yang mampu mengelola pelatihan Makesta dan Lakmud sesuai sistem kaderisasi, berjiwa pemimpin dengan disiplin tinggi, memiliki orientasi pengabdian terutama andil dalam kegiatan sosial kemanusiaan, serta sigap menjadi problem solver dalam membaca tantangan organisasi di tingkatan akar rumput.

Acara ditutup pada Ahad (28/12/2025) dengan prosesi pembaiatan yang khidmat. Para alumni Latin-Latpel 1 dan Diklatmad PC IPNU-IPPNU Bantul kini mengemban misi besar. Kembali ke wilayah masing-masing untuk memasifkan gerakan kaderisasi dan memastikan panji hijau NU tetap berkibar di hati para pelajar. Dari Bantul, IPNU-IPPNU kembali menegaskan menjaga akar bukan berarti diam, dan menjemput arah berarti berani bergerak. (*)

Kontributor: Yulia D. Kustari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *