BangkitMedia

Tadi malam saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan beberapa pikiran tentang ijtihad politik NU di acara tadarus pemikiran Kiai Said, Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, bersama mas Rumadi

Saya sudah berteman lama di FB dengan Kang Faqih Abdul Kodir, tetapi baru bertemu dengan orangnya malah di Belanda. Kemarin beruntung saya menghadiri presentasinya tentang “mubadalah” di KITLV.

Oleh: KH. Husain Muhammad Aku Ingat Gus Dur. Beliau acap menyenandungkan kata-kata bijak Ibnu Athaillah al-Sakandari yang indah ini :   ادْفِنْ وُجودَكَ في أَرْض الخُمولِ ،

Baru saja dapat cerita dari KH. Agus Su’ud Wonocolo Sepanjang Sidoarjo (santri Kiai Wahab Chasbullah tahun 1963-1967). “Di usia sepuh beliau Mbah Wahab masih menyempatkan mengajar Tafsir

Oleh: Zastrow Al-Ngatawi, Budayawan. KPU… curang BAWASLU… berpihak TNI-POLRI… tidak netral HUKUM… tidak adil PEMILU…. tidak sah DEMOKRASI… kafir PANCASILA…. thoghut SOLUSI…HILAFAH…..!!!! Inikah maksudmu, hingga bikin gaduh

KH Sahal Mahfudz sudah diajukan menjadi Rais Am sejak Muktamar ke 27 di Situbondo, namun dalam sistem Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi) KH As’ad Syamsul Arifin lebih

Simbah Kakung Ahmad Mustofa Bisri, saya sampai brebes mili (terharu) membacanya. Ingin sekali saya memiliki hati yang luas seperti panjenengan. Dulu, ketika pertama kali saya mendapat undangan