Nyantri Kilat: Solusi Digital Mengaji ala Pesantren
Bangkitmedia.com, Yogyakarta – Nyantri Kilat merupakan program mengaji ala pesantren via online yang diinisiasi oleh Ning Sulma Safina dan Ning Atika Gunardlo pada tahun 2021.
Program ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan para alumni pesantren maupun masyarakat umum yang ingin mengaji tapi terkendala untuk menetap di pondok pesantren.
“Program ini kami dirikan sebenarnya untuk menjawab kegelisahan dari teman-teman yang ingin mengaji ala pesantren di tengah maraknya berbagai khilafiyah (perbedaan pendapat antar ulama) pada era digital ini, tetapi bingung hendak mengaji dari mana,” ujar Ning Sulma.
Inisiatif Ning Sulma dan Ning Atika ini diluncurkan pada bulan Ramadhan 2021, bertepatan dengan tingginya jumlah kasus Covid-19. Keadaan yang demikian itu membuat banyak pondok pesantren tidak dapat melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Hadirnya program ini di satu sisi juga sebagai wadah untuk para santri yang terkendala untuk tinggal di pondok karena pandemi.
Sistem pengajaran yang digunakan dalam program ini merujuk pada sistem ala pesantren, yakni menggunakan sistem bandongan (guru menjelaskan, murid mencatat di kitab masing-masing) yang menggunakan kitab kuning sebagai pedoman pembelajaran.
Nyantri Kilat menyediakan dua kelas utama pada bulan Ramadhan, yakni Kelas Awal yang diperuntukkan untuk peserta non-pesantren dan Kelas Lanjutan yang diperuntukkan untuk alumni pesantren.
Kitab-kitab yang dipelajari di Kelas Awal di antaranya: Al-Qur’an, Aqidatul Awwam (Tauhid), Arba’in Nawawi (Hadist), Safinatun Najah (Fiqih), dan Uyunul Masa’il Linnisa (Fiqih Wanita).
Sementara kitab yang dipelajari Kelas Lanjutan di antaranya: Al-Qur’an, Tijanud Darori (Tauhid), Jawami’ul Kalim (Hadist), Sulamut Taufiq (Fiqih), dan Uyunul Masa’il Linnisa (Fiqih Wanita).
Program Nyantri Kilat juga telah mengadakan kelas di luar bulan Ramadhan, yakni Kelas Tajwid dan Kelas Pra-nikah. Dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka kelas lain dengan tema dan kitab yang berbeda.
Tenaga pengajar dalam program ini sudah terjamin kompetensinya. Hal ini karena merupakan alumni pesantren yang kredibel dalam bidangnya dan sudah jelas sanad keilmuannya. Tenaga pengajar merupakan alumni Krapyak, Lirboyo, dan pondok pesantren unggulan lainnya. Program ini bahkan pernah dibuka oleh KH. Hilmy Muhammad (Krapyak), juga diisi oleh Gus Rifqil dan Ning Imaz (Lirboyo).
Informasi mengenai program ini bisa didapat melalui akun Instagram @nyantrikilat.
Dengan adanya program Nyantri Kilat ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas problematika yang ada di masa kini yang terjadi, salah satunya, akibat kurangnya pemahaman agama di masyarakat. Untuk ke depannya, diharapkan makin banyak orang yang tertarik untuk mengaji via digital di platform ini.
“Saya harap program ini dapat menjadi media mengaji online yang interaktif antara guru dengan murid. Sehingga jika ada pertanyaan mengenai isu sosial yang terjadi saat ini, bisa terjawab sesuai dengan syariat Islam,” pungkas Ning Atika.***
Reporter: Kholida Nailil Muna








