NU adalah Organisasi Dunia-Akhirat, Yakinlah Para Guru Ma’arif!

Posted on

BANTUL, BANGKITMEDIA.COM

Pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Piyungan Bantul menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-92 NU pada tahun 2018 dengan penuh semangat. Banyak agenda yang sudah direncanakan dan sudah dilaksanakan, warga NU Piyungan juga menyambut dengan gembira dan penuh keyakinan. Salah satu agendanya adalah pembinaan guru Ma’arif dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah dan madrasah di Piyungan, yakni MI, SMP, MTs, dan SMK 1 & 2, dan TK Masyithoh. Acara ini dilaksanakan Jumat (20/1) di Aula SMK Ma’arif 2 Piyungan Jl. Wonosari Gedongan Srimartani, pukul 07.30 hingga 12.00.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Acara pembinaan guru-guru Ma’arif ini bertemakan “Penguatan Ideologi Aswaja untuk Kemandirian NU”. Dalam acara ini, hadir sebagai pembicara adalah Katib Syuriah PWNU DIY, KH Chasan Abdullah, dan Kepala Kanwil Kemenag DIY, HM. Luti Hamid, M. Ag.

Dalam pengarahannya, Kiai Chasan  menegaskan bahwa organisasi NU tidak akan disepelekan ormas lain manakala NU bisa berdiri tegak dengan kaki sendiri. Oleh sebab itu, Koin NU yang digerakkan NU saat ini merupakan titik awal dari proses kemandirian NU. Lima tahun ke depan NU akan menjadi organisasi besar yang disegani semua ormas. Yang perlu di pikirkan sekarang adalah warga NU perlu pendidikan politik, sehingga ketika Pilpres hingga Pilkadus, warga NU siap menempati di posisi terbaiknya.

Baca Juga >  Lima Tips Mendidik Anak ala Mbah Dullah Salam Kajen

Sementara itu, HM. Lutfi Hamid menegaskan bahwa NU adalah organisasi dunia akherat karena NU selalu dikawal dan dipimpin oleh orang yang paling alim pada setiap jamannya. Karenanya, kita menjadi anggota NU sama dengan mendapatkan karcis surga.

“Semua warga NU harus yakin bahwa NU itu organisasi dunia akhirat, khususnya lagi para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Ma’arif NU. Harus yakin, jangan sampai ragu sedikitpun. NU itu dipimpin para ulama dan kiai yang sangat terpercaya,” tegas Lutfi yang juga Pimpinan Umum Majalah Bangkit PWNU DIY.

Lutfi juga menegaskan bahwa pendidikan Ma’arif harus bisa menghasilkan kader yang berkarakter dan berilmu agama dan umum yang tinggi, sehingga kita bangga dengan sekolah Ma’arif kita.

“Kita bangga dengan NU kita dimanapun kita berada. Semoga NU semakin jaya dan lebih bermaslahah bagi warga dan bangsa,” pungkasnya. (zids/red)