Kisah Pernikahan Habib Husain Al-Aydarus Semarang dan Mbah Maimoen

Ngaji Mbah Moen: Nabi Menikahi Istrinya atas Perintah Allah

Posted on

Almarhum Simbah KH Maimoen Zubair Sarang Rembang Jawa Tengah. Beliau adalah sosok kharismatik yang sepanjang hayatnya tak pernah bosa ngaji, baik di pondoknya maupun di masyarakat. Ngajinya Mbah Moen, sapaan akrabnya, sangat khas, asyik dan menyegarkan. Keluasan ilmunya membuat kita bisa menikimati ngajinya Mbah Moen dengan khidmat dan menyenangkan.

Salah satu ngajinya yang tersebar di media sosial, Mbah Moen menjelaskan ihwal nikahnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang semuanya atas perintah Allah Swt. Bukan asal menikah, apalagi karena menuruti hawa nafsu.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Kalian lihat, menikah saja, Nabi itu tidak ada yang menikah karena kesenangan semata. Semua itu karena perintahnya Gusti Allah. Dengarkan ya ini mau saya beranikan, Kanjeng Nabi itu menikah semua karena perintah Allah. Bahkan sampai ada yang dipaksa menikah oleh Allah itu,” tegas Mbah Moen.

Selanjutnya, Mbah Moen menjelaskan:

“Kanjeng Nabi menikah sama Sayyidah Zainab, itu yang menjadi wali nikahnyanya langsung Allah. Dengarkan ya! Wayuhnya Nabi (Poligaminya) itu tidak seperti yang diperkirakan oleh para kyai, yo jauuh. Kanjeng Nabi nikah sama Sayyidah Aisyah itu di perintah Allah. Maliakat Jibril datang membawa gambar Sayyidah Aisyah. Kanjeng Nabi menikah dengan Sayyidah Saudah. Itu malah Sayyidah Saudah yang minta dinikahi Nabi.”

“Kanjeng Nabi itu tidak ada yang paling dicintai kecuali Sayyidah Khadijah. Setelah Sayyidah Khodijah wafat, tidak ada orang seperti Sayyidah Khadijah. Sayyidah Saudah itu cantik, datang kepada Nabi meminta dinikahi. Sayyidah Saudah ingin menjadi istri Nabi kelak di surga nanti.”

Baca Juga >  Humor Gus Dur: Ketika Kambing Kiai Chudlori Tegalrejo Disembelih

“Sayyidah Khafsah itu anaknya Sayyidina Umar bin Khattab. Umar itu saking cintanya pada kanjeng Nabi. Awalnya, Sayyidah Khafsah dimintakan untuk dinikahi kepada Abu Bakar. Abu Bakar tidak mau. Minta Sayyidina Usman, beliau juga tidak mau.”

“Karena aku pernah nikah dengan putrinya Kanjeng Nabi,” kata Sayyidina Utsman.

“Umar akhirnya ditimbali Nabi. Jangan khawatir Hafsoh mau dinikahi luweh apek dari pada Abu Bakar dan Utsman. Yakni menjadi istrinya Kanjeng Nabi sendiri.”

“Lalu ada Sayyidah Shofiyyah, itu orang Yahudi. Cantik-cantiknya orang Yahudi, bahkan sudah punya pacaran sama Dekhya al-Khareem. Tidak ada orang Yahudi yang lebih bagus dari Sayyidah Shofiyyah.  Keturunannya Nabi Harun, keturunannya nabi-nabi. Ada yang bilang kalau ada seribu nabi yang menurunkan Sayyidah Shofiyyah.”

Malaikat Jibril sampai pada Kanjeng Nabi SAW.

“Ya Muhammad. Shofiyyah itu keturunannya Nabi-nabi, termasuk Nabi Harun. Shofiyyah itu orang yang paling bagus sangat iman kepada jenengan,” kata Jibril.

“Maimunah itu punya anak angkat Abdulloh bin Abbas. Maimunah dinikah sama Kanjeng Nabi. Lalu ada Sayyidah Romlah, beliau itu orang yang hijroh dua kali.

“Paham ya. Namanya Sayyidah Romlah itu kaya. Uangnya 8000 kilo emas. Kanjeng Nabi wafat, garwane yang punya 8000 kilo emas itu ya Sayyidah Romlah.”

Ini salah satu ringkasan ngajinya Mbah Moen. Sangat bermanfaat bagi kita semua. (Irfan/Amnan)

Berikut ini selengkapnya ngaji Mbah Maimoen di Bangkit TV.