NTB, BANGKITMEDIA.COM
Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat, Kamis siang (23/11/17). Munas yang akan dihelat dari tanggal 23 – 25 November tersebut dibuka dengan pemukulan . Di tengah ribuan peserta, Jokowi mengapresiasi pelaksanaan Munas NU tersebut.
“Setiap kali saya datang di acara NU, suasana sangat sejuk dan dingin, apalagi di tengah-tengah para ulama. Di pesantren juga suasananya dingin dan sejuk. Ini tidak hanya saya yang merasakan, duta dari negara-negara sahabat juga merasakannya,” tutur Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia dikagumi oleh negara-negara asing karena perdamaian di dalamnya. Presiden Afganistan sampai mengirim utusan ke Indonesia mulai dari pejabat dan ulama Afganistan untuk belajar ke Indonesia. Hal ini tidak lepas dari kondisi Afganistan yang terlibat perang suku hingga saat ini, padahal di Afganistan hanya ada tujuh suku.
“Afganistan itu negara kaya, minyaknya melimpah. Tapi kekayaan tersebut tidak dapat dikelola karena perang terus terjadi. Sementara di negara kita meski terdiri dari ratusan suku tetap bisa damai. Salah satunya karena jasa dari NU,” lanjut Jokowi.
Kepada para peserta Munas, Jokowi mengharapkan rekomendasi yang membangun agar pemerintah bisa melaksanakan program dengan baik. Mulai dari persoalan penganganan radikalisme sampai pada pemberdayaan ekonomi seperti redistribusi aset. Pemerintah, kata Jokowi, sudah melakukan redistribusi aset di berbagai daerah. Karenanya, Jokowi berharap rekomendasi NU bisa menguatkan dan memberi arah dari program tersebut.
“Kita juga ingin agar ekonomi menengah ke bawah bisa diberdayakan. Para pedagang angkringan, pedagang kaki lima, kita dorong agar terus berkembang usahanya. Kita support agar ada perubahan yang lebih baik,” pungkas Jokowi. (Anas)








