Siksa Menyebar Berita Bohong, Masih Mau Nyebar Hoaxs?

Menyebar Hate Speech dan Hoax Dosa Besar

Posted on

Oleh: KH. Fajar Abdul Bashir, Ketua LBM PWNU DIY, Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Bantul

Salah satu hasil rumusan Bahtsul Masail LBM PWNU DI. Yogyakarta adalah HARAM hukumnya bahkan DOSA BESAR menyebar berita yang belum dapat dipastikan kebenaran isinya. Rasulullah SAW bersabda:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

كفى بالمرء كذبا ان يحدث بكل ما سمع

“Cukup bagi seseorang sebagai pendusta jika menceritakan setiap yang didengar”. (HR. Muslim)

Imam An-Nawawie dalam Syarh Muslim menjelaskan hadits tersebut bahwa berita itu bisa benar bisa salah, jika seseorang menceritakan setiap yang didengar tanpa meyakinkan dulu kebenarannya, maka dia telah berdusta karena menyebar berita yang tidak sebenarnya.

Lalu jika kita sudah meyakini konten yang ada itu benar tentang keburukan dan dosa seseorang, apakah kita boleh menyebarkannya? Jawabnya diklarifikasi:

Baca Juga >  Menjernihkan Persoalan Shalat Jum'at di Rumah

(1) Jika ia memang ahli dalam bidang berdakwah dan amar makruf nahi munkar, alim, mempunyai keilmuan agama yang cukup, maka BOLEH dengan syarat:

a. Untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah agar kemunkaran yang ada dalam berita itu tidak dilakukan oleh orang lain.

b. Memberi kesaksian atau aduan dalam proses hukum.

(2) Jika orang yang mengeshare bukan orang ahli amar ma’ruf nahi munkar, tdk menguasai agama dengan baik, atau ada unsur kebencian membuka aib orang lain, menebar permusuhan, ada unsur mengadu domba, tajassus mencari-cari kesalahan orang lain, maka HARAM dan termasuk DOSA BESAR sebagaimana dijelaskan dalam kitab Az-Zawaajir.