Mata Sehat Sampai Tua, Ijazah dari Abah Guru Sekumpul.
Mata sehat pastilah dambaan semua manusia. Dengan mata yang sehat, manusia bisa membaca tanda-tanda jaman, sehingga makin dengan Allah SWT. Abah Guru Sekumpul adalah salah satu kekasih Allah yang selalu mengajarkan umat untuk terus membaca tanda jaman, sehingga tidak memandang remeh apa saja yang diciptakan Allah SWT. Dengan mata yang sehat, manusia makin bersyukur dan makin berkah hidupnya.
Mata sehat sampai usia tua sangat bagus untuk terus menjadikan hidup makin berkah. Abah Guru Sekumpul mengajarkan ijazah amalan kepada kita semua agar mata bisa tetap sehat sampai usia tua. Simak amaliyah yang diajarkan Abah Guru Sekumpul berikut ini.
Ketika mendengar adzan,
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
Maka sunnat hukumnya mengucup kedua ibu jari sambil membaca:
مَرْحَبًا بِحَبِيْبِيْ وَقُرَّۃِ عَيْنِيْ مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ ﷺ
“Marhaban bihabibi wa qurroti ‘aini muhammadi bni ‘abdillah shollallahu ‘alaihi wasallama.”
Kemudian kedua ibu jari diusapkan kedua mata sebanyak 3x/1x.
Fadhilahnya adalah insya Allah mata kita akan selalu terang dan jelas melihat sampai tua dan juga tidak akan sakit mata dan juga tidak akan terkena segala penyakit mata.
Asal mulanya amalan ini adalah sewaktu Nabi Adam AS di surga, di pintu depan surga ada tulisan
لَا اِلٰهَ اِلّاَ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Pada saat itu, Nabi Adam berkata, “Wahai Allah, siapa itu Muhammad yang ada tulisan di pintu surga?”
Kemudian dijawab oleh Allah, “Itu adalah kekasihku. Nuurnya masih berada di sulbi kamu wahai Nabi Adam.”
Kemudian Nabi Adam meminta kepada Allah.
“Maukah Engkau perlihatkan kepadaku?”
Setelah itu, Allah meletakkan Nuur itu didahi Nabi Adam.
“Hamba masih belum bisa melihat yaa Allah,” kata Nabi Adam.
Kemudian Allah meletakkan Nuur Muhammad di kedua kuku ibu jari Nabi Adam. Lalu Nabi Adam melihat Nuurnya Rasulullah saw di kedua kuku ibu jari Nabi Adam, kemudian beliau kecup kedua ibu jari tadi dan langsung mengusapkannya ke kedua mata beliau.
Ini adalah catatan pengajian di Musholla Ar-Raudhah Sekumpul pada hari Ahad sore ba’da Ashar tahun 2002.
Semoga berkat kita cinta kepada Abah Zaini Sekumpul, dosa-dosa kita diampuni Allah ta’ala, Aamiin…!!!
Penulis: Muhammad Zainuddin bin H.AbdurRahman, santri Abah Guru Sekumpul.









Qobiltu…
Ijin share..
qobiltu
Qobiltu, Mohon Ijin mengamalkan