Mari Kita Tiru Akhlak Nabi Muhammad!

Posted on

BANTUL, BANGKITMEDIA.COM

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Banguntapan bersama warga Mintoragan Wirokerten menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pembacaan Sholawat al barzanji, Sabtu (02/12) malam. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Istiqomah Mintoragan Wirokerten.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Di sini sebenarnya acaranya malam jumat pon. Dikarenakan bebarengan dengan rutinan adek-adek IPNU-IPPNU yang jatuh di ranting Wirokerten dan kebetulan juga pas dengan Maulid Nabi maka IPNU-IPPNU Banguntapan bersama warga Mintoragan meyelenggarakan acara di Masjid ini,” tutur Takmi Masjid Istiqomah H.Wardani dalam sambutannya.

Wardani juga memberikan apresiasi kepada PAC IPNU-IPPNU Banguntapan

Kami bangga dengan adek-adek IPNU-IPPNU, yang ke depannya kami harapkan akan mampu menjadi generasi pemimpin-pemimpin NU,” lanjut Wardani.

Pembacaan sholawat al Barzanji yang begitu khidmat dipimpin oleh Bapak Kiai Zawawi dengan iringan tim hadroh dari IPNU Banguntapan dan rombongan hadroh dari Mintoragan.

“Saya senang kalau bicara sama anak IPNU-IPPNU, karena mereka calon pemimpin NU. Kalau bisa pemuda itu masuk IPNU-IPPNU. Kalau tidak bisa ya setidaknya bisa kumpul dengan IPNU-IPPNU,” tutur Kiai Tobaroni dalam tausiyahnya.

Baca Juga >  Kemenristekdikti Tetapkan 8 Perguruan Tinggi Negeri Terbaik Tahun 2019

Dalam ceramahnya, disampaikan bahwa orang yang memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat orang tersebut akan di beri syafaat. Cara memperingati di antaranya dengan mengadakan pengajian, santunan fakir miskin, mencontoh perilaku Rasulullah, memperbanyak sholawat, dan sebagainya.

“Mari yang muda-muda, yang tua-tua, Mas IPNU, Mbak IPPNU, Ibu Muslimat, Bapak NU. Mari bersama-sama berusaha meniru akhlaknya Nabi Muhammad Saw,” pesan Kiai Tobaroni.

Kiai Tobaroni juga berpesan kepada IPNU-IPPNU Banguntapan agar selalu rendah hati dalam segala hal.

“Rendah hati itu penting. Salah satunya akhlak Rasulullah. Kalau kalian ingin derajat yang tinggi, seain berilmu dan terampil, harus disertai dengan kerendahan hati,” tandas Kiai Tobaroni. (Antufrihana/Rokhim)