bangkit januari 2018

Majalah Bangkit Edisi Januari 2018

Majalah Bangkit – Saya menemui sahabat yang dulu saya sebut Kang Santri Marxis. Ini sahabat yang dulu ikut bersama arus besar generasi santri di perguruan tinggi, yang diperkenalkan ilmu-ilmu sosial oleh Gus Dur. Orang yang mengambil jalan ilmu-ilmu sosial ini berbeda-beda, seiring dengan sejarah, kondisi, dan lingkaran diskusi, lingkaran komunitas dan senior. Ada yang mengembangkan Islam, kebebasan dan demokrasi; ada yang mengembangkan Islam, Marxisme dan advokasi; ada yang mengembangkan gender dan Islam, dan lain-lain.

Saya melihatnya, Kang Santri Marxis, sudah berubah dari penampilannya yang dulu.

Saya bertanya: “Ini perubahan, di permukaan apa di dasarnya?”

Kang Santri Marxis balik bertanya: “Beberapa hari kamu bersama aku, setelah lama tidak bertemu, dan kamu melihat aku begini, dan kamu masih tanya, ini perubahan mendasar apa permukaan?”

Kami saling memandang, dan tiba-tiba kami diam sesaat. Lalu, tertawa sendiri-sendiri. Saya kemudian mengatakan: “Dasar cetakan santri, kemanapun terbang, yang dibaca akhirnya Pancasila, al-Ghozali, dan Hikam.” Tawa pun berderai.

Kenapa bisa berubah? Saya tanya: “Apakah dulu kamu salah memahami Gus Dur; atau Gus Dur yang terlalu lebar membuka kran pengetahuan-pengetahuan ini kepada kita; atau kita sendiri yang salah, terlalu cepat silau dan kagetan; atau ada yang lain?”

Saya sengaja membuka front. Karena ini sahabat, kalau dulu saya kenal diskusi, saya selalu dibanting-banting argumentasinya, lalu saya disodori bukunya Mao; dan buku-buku lain. Saya tidak pernah melawan, sebagaimana saya tidak pernah membedakan satu senior dengan senior yang lain; dan selalu saya ambil hikmahnya saja. Saya selalu menyelaminya tapi berusaha tidak tenggelam kepada seorang senior sekalipun.

Baca Juga >  LKKNU DIY Siap Terbitkan Kembali Rubrik Keluarga Maslahah

Mengetahui saya membuka front pertanyaan Kang Santri Marxis diam. “Ayo, kok diam. Dulu situ kan yang paling senang membanting-banting argumentasi saya.” Dia hanya mesam-mesem dan cengar-cengir. “Dulu kan kamu nggak begini.” Dia tetap mesam-mesem dan tersenyum.

Baca ulasan lengkapnya di Majalah Bangkit edisi Januari 2018

_

Hotline pemesanan & berlangganan majalah :
085740902266 ( Ichin )
089668307556 ( Udin )