Kreatif! Siswa SMK Ma'arif 1 Wates Ciptakan Mobil Listrik Tenaga Surya

Kreatif! Siswa SMK Ma’arif 1 Wates Ciptakan Mobil Listrik Tenaga Surya

Posted on

Tantangan pemanasan global membuat industri otomotif dituntut menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan, minim emisi dan berbahan bakar dari energi non-fosil. Semua stake holder dunia industri otomatif terus berinovasi mengembangkan teknologi tersebut untuk menjawab kebutuhan zaman.

Kesadaran menciptakan kendaraan otomotif yang ramah lingkungan pun disadari juga oleh SMK Ma’arif Wates 1, Kulonprogo. Provinsi D.I.Yogakarta. Mereka mulai membuat prototipe mobil listrik tenaga surya, kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar dari energi fosil, dan tentu sangat minim emisi.

Peluang negara Indonesia sebagai negara agraris dan berikilim tropis, dikaruniai limpahan sinar matahari. Potensi itu kini mulai dilirik sebagai salah satu sumber energi terbarukan, khususnya dalam bidang transportasi.

Produk-produk Industri otomotif kebanyakan masih sangat tergantung dengan tenaga bahan bakar minyak, padahal cadangan minyak bumi di dunia kian menipis. Dan dunia harus memulai menciptakan alternative sumber energi untuk kendaraan bermotor.

SMK Ma’arif Wates 1 mulai berpikir ke arah itu. Mereka membuat prototipe kendaraan roda empat ramah lingkungan dan efisien. Anak-anak hebat ini masuk dalam program penggabungan beberapa jurusan dan bidang mata pelajaran di sekolah setempat.

Kolaborasi dibuat oleh siswa jurusan Fisika, Ilmu Teknologi, Ilmu Mesin, dan Matematika hingga mampu menciptakan mobil klasik tapi modern ini. Pada inovasi perdana kali ini, mereka membuat kendaraan santai yang cocok dioperasikan di lapangan golf, patroli car freeday atau kendaraan inspeksi.

Secara teknis, prinsip mobil ramah lingkungan ini mengubah sinar matahari menjadi energi listrik yang terbarukan dalam menggerakkan kendaraan. Mobil ini dilengkapi dengan panel surya penangkap energi matahari, yang dipasang di atas kendaraan.

“Sementara ini, sekali pengisian daya dibutuhkan waktu 16 jam untuk mobil bisa berjalan selama 4,5 jam dengan kecepatan 30 – 40 kilometer per jam,” ucap siswa SMK Ma’arif 1 Wates, Ahmad Soim, Kamis(12/12).

Dijelaskan, pengisian daya memang masih terbilang lama. Sebab, panel yang dipasang hanya satu. Menurutnya, jika panel surya ditambah, pengisian daya bisa lebih cepat dan durasi perjalanan bisa lebih lama.

Baca Juga >  Banser Nglipar Siap Terdepan Bela Ulama dan NKRI

”Mobil ini sangat efisien, tidak bising,” jelasnya.

Guru pendamping, Sugirin, menyatakan bahwa penggarapan mobil listrik tenaga surya ini berawal dari program penggabungan dari berbagai disiplin ilmu. Hingga akhirnya memilih sinar matahari sebaga sumber energi.

”Kedepan kami berupaya untuk meningkatkan bentuknya menjadi mobil modern yang kecepatannya juga bisa diandalkan,” ucapnya.

Diungkapkan, lama proses pengerjaan mobil listrik tenaga surya hanya 1,5 bulan, mulai merakit body hingga pemasangan enggine, panel surya hingga finishing. Dan biaya yang diahbiskan untuk menciptakan mobil tersebut juga cukup murah.

”Anggaran yang dihabiskan untuk prototipe ini sekitar Rp 25 juta – Rp 30 juta,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Wates, Rahmat Raharja, sangat bersyukur memiliki siswa dan guru yang kreatif dan memiliki ide-ide baru dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, penciptaan mobil listrik tersebut merupkan bukti SDM kita sudah baik, kedepannya tinggal dukungan positif dari mpemerintahy untuk mengembangkan mobil tersebut.

“Mobil listrik tenaga surya ini menjadi bukti SDM kita sudah baik, yang diharapkan ke depan mendapat respons dan dukungan dari pemerintah untuk,” ucapnya.

Menurutnya, mobil listrik tenaga surya ini menjadi mobil karya anak bangsa yang memiliki peluang untuk dikembangkan, searah dengan apa yang dicita-citakan pemerintah.

Beruntung, SMK Ma’arif 1 Wates telah mendapat perhatian dari pemerintah berkat inovasi yang dilakukan. Bahkan sejak 2018, sekolah ini masuk program revitalisasi dari Kemendikbud RI. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang direvitalisasi Kemendikbud RI bersama 119 sekolah se-Indonesia.

“Di Kulonprogo hanya SMK Ma’arif 1 Wates yang mendapat kesempatan itu. Kami akan terus berkomitmen untuk berinovasi,” katanya.

Sumber tulisan lihat di sini.