Khidmat dan Cinta NU, Rais PCNU Bojonegoro Rutin Ngontel Ke Kantor PCNU

Khidmat dan Cinta NU, Rais PCNU Bojonegoro Rutin Ngontel Ke Kantor PCNU

Khidmat dan Cinta NU, Rais PCNU Bojonegoro Rutin Ngontel Ke Kantor PCNU.

Kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) ditunjukkan banyak kalangan, termasuk KH Abdul Wahab Rohman Tsalis Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PC) NU Bojonegoro. Kiai Wahab rela ‘ngontel’ berkilo-kilo menuju kantor PCNU Bojonegoro yang ada di jalan A Yani kota setempat demi melaksanakan sebagian pengabdiannya.

Meski sudah berusia 67 tahun, ia tetap bersemangat menuju kantor NU sebagai bentuk khidmat terhadap muasis (para pendiri NU). Meskipun panas maupun hujan, rutinitas gowes ke kantor PCNU Bojonegoro tetap dilakukan dengan senang dan sepenuh hati.

“Seminggu sekali ngontel ke PCNU Bojonegoro, selain tanggungjawab piket juga karena kecintaan terhadap NU,” kata Kiai Wahab di kantor PCNU Bojonegoro, Selasa (02/03/2021).

Kiai kelahiran 1954 itu menceritakan, jarak tempuh dari rumahnya di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro sekitar 7 kilometer. Namun usianya yang tidak muda lagi membuatnya harus ekstra tenaga mengayuh sepeda miliknya tersebut.

“Saya kemana saja naik sepeda, pernah juga terserempet kendaraan saat mengayuh sepeda,” kenangnya yang pernah menjadi Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapas itu.

Ditambahkan, selain khitmat di NU, aktivitas kesehariannya bekerja di sawah sebagai petani. Serta mengajar ngaji anak-anak kecil di mushola dan ramadhan juga mengisi pengajian di masjid-masjid.

“Di NU bisa menjadi ukhuwah Islamiah dengan saudara dan tetangga. Mudah-mudahan kita diakui muasis,” pungkas kiai kelahiran Tanggir, Singgahan, Tuban tersebut.

Perjuangan dalam rangka khidmat dan cinta NU, sebagaimana ditunjukkan Rais PCNU Bojonegoro yang rutin ngontel ke Kantor PCNU Bojonegoro ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi generasi penerus perjuangan NU untuk terus memberikan yang terbaik bagi organisasi dan umat. Jangan pernah surut sedikitpun dalam perjuangan.

Mari para kader NU terus berjuang untuk NU, bangsa dan negara. Sosok Rais Syuriah PCNU Bojonegoro menjadi teladan generasi milenial untuk makin cinta perjuangan bersama para kiai. Semua untuk meraih berkah dari para kiai sepuh dan para muassis (pendiri) NU.

(Sumber: NU Online)

Editor: Romza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *