Kemeriahan acara Sapa Santri ‘Halaqah Muda Menuju KUPI 2’ oleh Dr Nur Rofi’ah Bil Uzm
Krapyak, Bangkitmedia.com – Mubadalah.id bekerja sama dengan AMAN Indonesia menggelar acara Sapa Santri yang bertemakan ‘Halaqah Muda Menuju KUPI Dua.’
Acara ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta dengan peserta dari santri kelas XII.
Acara tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Juli 2022 pukul 19.30 WIB.
Pada kesempatan ini, mubadalah.id dan AMAN Indonesia mengundang narasumber yakni Dr. Nur Rofi’ah Bil Uzm yang mana merupakan Dosen PTIQ Jakarta dan Anggota Majlis Musyawarah KUPI.
Para santri antusias menyimak acara dari awal hingga akhir, baik laki-laki maupun perempuan aktif memberikan respon baik kepada pengisi sambutan maupun narasumber.
Saat memulai acara, pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Nyai Maya terlebih dahulu memberikan sambutannya dengan memuji narasumber yang mana merupakan kakak kelas saat di pondok.
“Saking cerdasnya, saking pintarnya Ibu Nur Rofi’ah ini bisa melalui dua-duanya. Bu Nur ini dahulu adalah alumni krapyak asuhan Ibu Nyai Nafis yang mana mondok 2 tahun sambil kuliah dan menghafalkan al-qur’an.” Ungkap Nyai Maya.
Nyai Maya dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para santri.
“Supaya isi kepala kita lebih adil dan ramah oleh perbedaan.” Tegas Nyai Maya.
Sambutan yang lain juga disampaikan oleh Pimpinan Redaksi mubadalah.id, Zahra Amin yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian acara menuju KUPI 2 (Kongres Ulama Perempuan Indonesia 2).
“Acara ini dihadiri oleh 26 jaringan Pondok Pesantren seluruh Indonesia yang hadir melalui zoom, dan nantinya insyaAllah KUPI 2 akan diselenggarakan di Jepara. Mohon doanya.” Tegas Zahra Amin.
Sambutan terakhir yakni dari AMAN (Asian Muslim Action Network) Indonesia Dwi Rubiyanti Kholifah yang mana dalam sambutannya menegaskan pada seluruh peserta khususnya para santri untuk berkontribusi di mubadalah.id
“Saya berharap para santri berkontribusi agar mubadalah.id yang mana menjadi wadah generasi muda berbasis keislaman Indonesia yang berorientasi kepada kemanusiaan ini menjadi lebih terkenal sehingga dapat lebih banyak menjangkau masyarakat luas.” Tegas Dwi Rubiyanti Kholifah.
Sebelum acara inti dimulai, ada pembacaan puisi dari santri kelas XII yakni Faiza yang membacakan puisi karya Muyassarotul Hafidzoh yang berjudul ‘Masih Diam’.
Puisi ini sontak membuat para santri terkagum dengan penghayatan dan pesan yang disampaikan oleh Muyas dan Faiza.
Selanjutnya acara inti yakni pemaparan dari Dr. Nur Rofi’ah Bil Uzm yang mana menerangkan mengenai perbedaan perempuan ulama dengan ulama perempuan, sejarah KUPI, dan menegaskan bahwa manusia adalah hanya hamba Allah SWT.
“Status melekat yang harus dimiliki manusia ialah bahwa manusia adalah hanya dan hanya hamba Allah dan amanah melekat manusia adalah sebagai khalifah fi lard.” Tegas Nur Rofi’ah.
Dalam penutupnya, Nur Rofi’ah menyampaikan bahwa hadist yang kita biasa kenal selama ini makna baginya kurang tepat.
“Hadist yang kita kenal bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain menurut saya kurang tepat dan adil karena itu artinya kita membandingkan kebermanfaatan diri kita dengan orang lain.” Ucap Nur Rofi’ah.
“Bagi saya hadist tersebut baik dan adil dimaknai bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling menjadi versi terbaik diri mereka sendiri.” Pungkas Nur Rofi’ah.
Sebagai akhir dari acara tersebut, para santri dibagikan beberapa doorprize berupa buka oleh tim mubadalah.id dan membuat video dukungan untuk KUPI 2 (Kongres Ulama Perempuan Indonesia 2).
Hal tersebut menjadi rebutan dan kemeriahan para santri, mereka berebut untuk mendapatkan doorprize tersebut dengan menjawab pertanyaan yang berasal dari materi yang telah disampaikan.***
Reporter Ratu Sheba Sofie Ahimsa dan Siva Ramadina