Kaum Muda Berfikir Cerdas untuk Jawa Masa Depan

SLEMAN, BANGKITMEDIA.COM

Kehadiran media sosial (medsos) adalah keniscayaan. Tidak ada yang bisa menghindar darinya. Dalam gempuran medsos, banyak yang terjebak dalam kedangkalan. Terlebih kaum muda, banyak yang makin dangkal berfikirnya. Padahal, hadirnya kecanggihan teknologi seharusnya menjadikan anak makin kreatif dalam menjawab tantangan jaman.

Problem inilah yang didiskusikan dalam seminar bertajuk “Populisme, Kaum Muda, dan Pesantren” di Aula STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) Sleman (11/01).  Acara ini hasil kerjasama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PWNU DIY  dan STAISPA. Pembicara dalam acara ini adalah Prof. Greg Fealy (ANU Australia), KH. Dr. Jazilus Sakhok (Wakil Ketua STAISPA, Wakil Katib Syuriah PWNU DIY), dan Dr. Suhadi Cholil (Ketua Lakpesdam PWNU DIY), sementara moderatornya adalah Zunly Nadia, MA (Dosen STAISPA).

Suhadi Cholil menjelaskan terkait trend kaum muda zaman now yang lebih suka buku-buku ngepop seperti karya Felix Siau, ketimbang buku-buku serius karya para ulama NU.

”Hal ini di sebabkan karena fokus membaca kaum muda saat ini 15 menit, buku-buku ngepop santai dan berbau ajakan yang diburu kaum muda,” tutur Suhadi.

“Dengan adanya seminar bertema “Populisme, Kaum Muda dan Pesantren”, kaum muda diharapkan bisa tercerahkan wawasannya dalam arus media yang semakin menggila dan tidak ada batasan penyebarannya. Lakpsedam akan selalu mengajak kaum muda menjadi cerdas,apalagi dalam menyaring berita yang ada sosmed dan tidak asal menyebarkan berita-berita berbau hoax maupun adu domba,” tambah Suhadi yang juga Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Sedangkan Prof. Greg Fealy menjelaskan bahwa media yang ada yang di Indonesia maupun di luar negeri banyak dibelokkan dan mejadi alat adu domba dalam dunia politik.

“Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus cerdas menyaring berita dalam media yang sering ditunggangi para politikus menjatuhkan lawannya, lebih-lebih di tahun 2018-2019 Indonesia memiliki hajatan besar dalam dunia demokrasi yaitu Pemilu,” Tutur Prof. Greg Fealy.

Adapun Kiai Jazilus Sakhok menghimbau kepada mahasiswa dan kaum muda pesantren  agar mewaspadai terhadap paham radikal. Harapannya dengan adanya seminar ini dapat memberi wawasan kaum muda dalam membentengi diri dari arus berita adu domba dan hoax.

“Di tengah arus populisme hari ini, santri harus menjadi aktor penting dalam mencerdaskan bangsa ini. Warisan khazanah keilmuan pesantren harus menjadi spirit kaum santri dalam menjernihkan beragam dusta dan hoax yang makin meluas akhir-akhir ini,” tegas Gus Sakhok. (hadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *