Jimat Toko Laris Manis, Ijazah Kiai Ghofur Sunan Drajat Lamongan

Jimat Toko Laris Manis, Ijazah Kiai Ghofur Sunan Drajat Lamongan
?

Jimat Toko Laris Manis, Ijazah Kiai Ghofur Sunan Drajat Lamongan.

Siapa saja yang punya toko pastilah ingin dagangannya laris manis. Tentu saja dilakukan dengan cara-cara yang baik, sesuai tuntunan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan tuntunan yang benar, maka hasil yang diraih punya keberkahan, memberi manfaat besar bagi umat manusia. Kalau dengan cara-cara yang salah, maka hasilnya tidak berkah.

Dari sini, KH Abdul Ghofur Pengasuh Pesantren Sunan Drajat Lamongan memberikan jimat khusus bagi para pemilik toko. Jimat ini diajarkan para ulama salaf yang bersumber dari Nabi Ibrahim AS. Bukan dengan baca mantra-mantra, tapi baca bacaan yang utama yang diajarkan Islam.

“Saat kamu punya toko, agar tokonya laris, bagaimana caranya? Ini doa agar warung dam tokonya laku keras. Ini jimat yang sudah diuji coba. Bagaimana  caranya? Tulislah 50 huruf waw (و), harus lubang lho lingkaran wawunya, karena itu untuk tempatnya doa. Sebab suwuk butuh wadah, sama seperti vitamin  butuh kapsul. Wadah doanya wawu ditulis 50 kali jangan sampai terhapus lubangnya,” kata Kiai Ghofur.

Kiai Ghofur mengaskan bahwa ini sudah ditegaskan oleh Nabi Ibrahim. Tulisan huruf waw itu dituliskan di kertas. Jangan sampai sampai terhapus lubang huruf wawu ya, karena itu jadi matanya doa.

“Ini dawuhe Nabi Ibrahim. Setelah menulis 5o huruf waw, lalu tulislah ayat Qur’an dalam Surah Al-Haj ayat 27 berikut ini.

وَ اَذِّنۡ فِی النَّاسِ بِالۡحَجِّ یَاۡتُوۡکَ رِجَالًا وَّ عَلٰی کُلِّ ضَامِرٍ یَّاۡتِیۡنَ مِنۡ کُلِّ فَجٍّ عَمِیۡقٍ

Wa-adz-dzin fiinnaasi bil hajji ya’tuuka rijaaalan wa’ala kulli dhaamirin ya’tiina min kulli fajjin ‘amiiqin;

Artinya: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Haj ayat 27).

“Taruhlah tulisan waw dan ayat itu di dalam jualan kalian, maka barang daganganmu akan mudah menjualnya dan cepat habisnya,” tegas Kiai Ghofur.

Setelah jimat itu ditempatkan di dalam jualan, lanjut Kiai Ghofur, kemudian kita membaca doa yang sudah mantep.

“Kemudian dibacakan do’a terserah yang kamu bisa, pokoknya doa yang kamu mantep, yakin. Kalau bisa doa yang sudah ditirakati/dipuasai. Khususnya kalau bisa bisa baca Sholawat Nariyah atau Al-Fatihah. Fatihah itu untuk mendatangkan rizki. Juga dibacakan ayat kursi untuk tolak balak. Sedangkan Sholawat Nariyah itu untuk menyuburkan. 3 doa itu dibaca sebagai pusatnya doa,” kata Kiai Ghofur.

“Saya berkali-kali pakai itu saja untuk doanya. Al-Fatihah, ayat kursi, sholawat nariyah. Kalau tidak kamu do’ai bagaikan gelas tanpa isinya. Ini seperti membuat gelasnya, isinya dengan do’a. Kalian harus punya satu do’a yang diamalkan. 3 doa tadi itu mujarab.”

“Saya membaca sholawat nariyah 11 kali setelah sholat mulai tahun 1968. Dulu diperintahkan kyaiku. Makanya kalau saya membaca sholawat nariyah mujarab, soalnya dulu sudah pernah saya asah seperti pisau. Makanya, kalian asah terus, biar mujarab. Ngasahnya setiap selesai sholat dibaca 11 kali, biar kalau dibuat do’a mujarab nanti,” tegas Kiai Ghofur.

Menulis jimat dan membaca doa ini adalah wasilah, perantara. Kita harus tetap usaha semaksimal mungkin sesuai dengan syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Demikian tentang Jimat Toko Laris Manis, Ijazah Kiai Ghofur Sunan Drajat Lamongan, semoga manfaat. (abu umar)

*Naskah diatas bersumber dari video berikut ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *