kiai nasrul

Jika Ingin Selamat, Ikut Kanjeng Nabi!

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Hanan

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi yang jatuh tanggal 20 November 2018, Masjid Al-Hanan bersama dengan warga dusun Nglaren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta menggelar acara Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi pada Kamis (15/11) malam. Acara ini turut dihadiri oleh sebagian warga dusun dan juga santri-santri Pondok Pesantren Al-Muhsin Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Nasrul Hadi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin juga hadir memberi mau’idloh hasanah. Dalam mau’idloh hasanah tersebut beliau menyampaikan mengenai bagaimana mirisnya kehidupan di zaman yang serba modern saat ini.

Bahwasannya pada zaman jahiliah dahulu para kaum kafir berusaha dengan cara apapun untuk merobohkan Ka’bah, namun berkat datangnya makhluk paling mulia yakni Nabi Muhammad SAW Ka’bah tetap bisa berdiri kokoh hingga saat ini. Namun sangat disayangkan karena kaum kafir kini tidak menyerah untuk tetap terus menjajah Islam dan umat-umatnya. Walau tidak secara langsung seperti saat merobohkan Ka’bah, orang-orang kafir dengan cara yang sangat halus mulai mampu merontokkan moral dan aqidah umat Islam.

“Sekarang sudah banyak umat Islam yang sudah mulai bobrok aqidahnya, contohnya saja zaman sekarang ini banyak sekali anak-anak durhaka kepada orang tuanya, berbeda dengan anak-anak zaman dahulu yang mendahului makan orang tua-nya saja tidak berani”, tutur Kiai Nasrul Hadi.

Baca Juga >  Putra Mahkota Saudi Disebut CIA Sebagai Dalang Pembunuhan Khashoggi

Banyak anak muda yang sudah terjerumus dalam lembah hitam. Namun orang tua sudah tidak peduli untuk meluruskan jalan sang anak ke jalan yang lebih baik, malah para orang tua saat ini bangga dengan pergaulan bebas yang sudah menjadi rutinitas sang buah hati. Karena mereka pikir hal-hal itu adalah trend masa kini yang memang wajib untuk diikuti. Contohnya saja dengan gaya berpakain muda-mudi yang kini sudah mulai meniru gaya berbusana ala orang barat yang memang tidak pantas secara syari’at.

Salah satu cara untuk membentengi diri adalah dengan menuruti apa yang telah Nabi Muhammad ajarkan maupun perintahkan kepada umatnya.

Terlebih sebagai bukti cinta kepadanya kita dianjurkan untuk senantiasa bersholawat kepadanya.

“Jika memang mengaku cinta kanjeng Nabi ya harus mau bersholawat, karena barangsiapa mau bersholawat maka ia akan bersamaku kelak di surga, iku dawuhe kanjeng Nabi”, pungkas Putra dari Kiai Abdullah, Pendiri Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin itu.(Nisa’/An)