
Kekhusukan sholat itu tidak mudah. Ky. Hj. Rohmad Salim dalam ceramah malam Isra’ mi’raj di dusun Jatimulyo, Srimartani, Piyungan, Bantul mengingatkan pentingnya kekhusukan dalam sholat.
Dalam sehari, ada waktu 24 jam. Selama 24 jam memiliki waktu ibadah 5 kali meliputi Subuh, Duhur, Asar, Maghrib, dan isyak. Dulu, sebelum Nabi Muhammad melakukan perjalanan isra’ mi’raj waktu ibadah sangat padat, tidak selonggar saat ini.
Peringatan Isra’ mi’raj yang bertempat di mushola Al Huda ditemani gerimis. Menambah kekhusukan mendengarkan tausyiah Ky. Rohmad. Ia pun kembali melanjutkan ceritanya. Amalan seseorang itu tergantung dari amalan yang dikerjakan. Salah satu amalan yang baik ditandai dengan ibadah sholat yang khusuk. Kunci mencapai titik khusuk hati harus ikhlas.
Kekhusukan dan keikhlasan dua hal yang mudah diungkapkan, namun sulit dipraktikan. Ia pun menceritakan saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Sitrotilmuntaha melihat banyak kejadian. Salah satu diantaranya melihat seseorang yang kepalannya dipukul hingga babak belur, hancur, kembali seperti semua. Kemudian dipukul lagi, hingga hancur dan kembali kesemula. Begitu seterusnya, sampai hari hisab tiba. Ketika nabi bertanya kepada malaikat, malaikat pun menjawab bahwa orang tersebut dipukuli karena tidak menjalankan sholat lima waktu.
Kekhusukan sholat memiliki beberapa tingkatan sendiri-sendiri. Salah satu upaya dan menjaga kekhusukan dapat dilakukan dengan tidak melihat ke kanan-kiri, hanya melihat tempat sujud. Cara menjaga kekhusukan juga dapat dilakukan dengan cara membaca lewat lisan, dan hati mengartikannya. Bukan mulutnya yang mengartikanya.
Setan selangkah lebih kreatif daripada manusia dalam hal menggoda manusia. Saat menjalankan sholat, banyak godaan muncul. Ia mencontohkan saat sholat berlangsung, tiba-tiba ingat kompor belum dimatikan, sawah lupa belum di rabok dsb. Banyak gangguan setan mengalihkan konsentrasi saat solat. Oleh sebab itu, khusuk dibagi menjadi tiga, yaitu tidak khusuk, agak khusuk dan khusuk.
Bagaimana nasib ganjaran kita jika tidak khusuk sholat? Apa yang dikerjakan, itulah yang diperolehnya. Misal saat sholat ingat dunia, maka ganjaran yang diperoleh dunia yang dipikirkan saat sholat. Apabila saat sholat lupa belum mematikan kompor, ganjaran sholat belum mematikan kompor. Jadi apa yang dipikirkan saat solat, itulah ganjarannya.
Lalu bagaimana, apakah sholatnya batal? Ia menegaskan bahwa jangan pernah kapok sholat. Kekhusukan dalam sholat itu perlu dilatih dan perlu proses. Mengerjakan sholat awalnya karena keterpaksaan dan kewajiban, lambat laun jika menjadi kebiasaan akan berubah, akan lebih ringan. Lama kelamaan akan ikhlas mengerjakan, kemudian sampai ke tahap khusuk.
Sholat yang baik akan mengantarkan ke tempat jannah. Sholat salah satu daftar list pertanyaan malaikan diakhirat. Setelah mati, yang ditanya pertamakali adalah bagaimana sholatnya. Jika sholatnya baik, maka baiklah semuanya. Sholat yang khusuk dan baik dapat langsung masuk ke surga. Sholat yang baik, mencirikan seseorang itu memiliki iman. Sebaik-baik orang adalah orang yang mati membawa iman. Orang yang beriman adalah orang beruntung. (Elisa)








