Ijazah Wirid Kebal Penyakit dari Kiai Bisri Musthofa Rembang

Ijazah Wirid Kebal Penyakit dari Kiai Bisri Musthofa Rembang

Posted on

Ijazah Wirid Kebal Penyakit dari Kiai Bisri Musthofa Rembang

Allah SWT selalu menurunkan rahmat dan juga nikmatnya kepada hamba-hamba Nya. Nikmat yang Allah SWT berikan tidak berupa hal yang menyenangkan namun Allah juga menurunkan nikmatnya berupa penyakit kepada hambanya. Namun pemberian sakit dari Allah SWT tersebut justru menandakan bahwa Allah sedang merindukan kita agar kita kembali mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah hadist juga pernah bersabda yang artinya:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)”

Dari hadist tersebut dapat kita ambil hikmahnya bahwa sakit yang kita alami adalah wujud nikmat dari Allah SWT. Namun dalam kehidupan di dunia ini terkadang tertimpa sakit akan menghambat kegiatan kita. Maka dari itu tidak ada salahnya kita menggunakan nikmat Allah yang lain yakni berupa obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Salah satunya adalah dengan wirid dan doa.

Berikut Ijazah Wirid Kebal Penyakit dari Kiai Bisri Musthofa Rembang.

Aurod supados katebihaken sangking penyakit.

(Wirid agar supaya dijauhkan dari penyakit) bacalah:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

“Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.”

Artinya  “Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.”

Baca Juga >  Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap dengan Niat dan Doanya

Kawahos saben bakda subuh kaping tigo.

(Dibaca setiap bakda subuh tiga kali)

Wirid yang di ijazahkan di atas merupakan sholawat Thibbil Qulub. Yang sering kita gunakan untuk bersholawat di majlis-majlis.  Adapun Shalawat Tibbil Qulub memiliki arti “obat/penyembuh hati”. Shalawat ini disebut pula dengan nama shalawat Nurul Abshar yang berarti “cahaya mata hati”.

“Shalawat Tibbil Qulub ini teruji (berfaedah) untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit dzahir ataupun batin” (KH Muhammad bin Abdullah Faqih, Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyah, hal. 47

Faedah di atas berlaku bagi orang yang membaca shalawat Tibbil Qulub dengan kaifiyah (cara membaca) yang umum. Sehingga orang yang istiqamah membaca shalawat Tibbil Qulub ini dalam bilangan berapa pun, akan diberikan kesehatan lahir dan batin serta akan disembuhkan dari berbagai penyakit atas seizin Allah.

Sedangkan kaifiyah membaca shalawat tibbil qulub secara khusus, umumnya cenderung berbeda-beda sesuai dengan ijazah dari kiai atau ulama yang mengijazahkan bacaan shalawat ini, agar dibaca dalam bilangan tertentu. Salah satu kaifiyah khusus dalam membaca shalawat tibbil qulub yang diijazahkan oleh Kiai Bisri Musthofa ini yang dibaca ketika selesai sholat subuh sebanyak tiga kali.

Wirid di atas Ijazah dari Kiai Bisri Musthofa dari gurunya yakni KH. Nawawi Kajen.

Demikian Ijazah Wirid Kebal Penyakit dari Kiai Bisri Musthofa. Semoga bermsanfaat untuk kita semua.