Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
YOGYA- Sebagai wujud tanggungjawab atas masa depan bangsa dan negara, PW Fatayat NU DIY mengajak semua elemen perempuan se DIY untuk berikrar dan penandatanganan kesepakatan kebangsaan perempuan DIY 2018. Spirit ikrar ini lahir karena hadirnya kondisi yang tidak nyaman dan penuh kekerasan terhadap kemanusiaan, khususnya terhadap perempuan.
Demikian ditegaskan Ketua PW Fatayat NU DIY, Khotimatul Husna kepada masyarakat pers. Acara ikrar ini dilaksanakan pada Minggu, 29 April 2019, di Gedung Wana Bhakti Yasa Yogyakarta. Acara ini juga merupakan puncak rangkaian acara Harlah ke-68 Fatayat NU yang mengangkat tema “Penguatan Peran Perempuan untuk Mewujudkan Islam yang Toleran, Moderat, dan Berkeadilan.”
Mbak Khotim, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa Fatayat NU DIY sebagai sayap perempuan muda organisasi NU selalu berjuang dalam garis perjuangan yang sudah ditegaskan ulama dan kiai. Fatayat NU tak akan pernah rela kalau NKRI yang sudah didirikan para pejuang ini dipenuhi konflik, kekerasan, dan pertikaian antar sesama.
“Dari sini, Fatayat NU mengajak semua elemen perempuan DIY untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara ini. Kaum perempuan harus ikut serta menjadi bagian penting dalam solusi kebangsaan, karena kekerasan dan krisis kebangsaan harus diselesaikan semua pihak yang berada di bumi Nusantara,” tegas Mbah Khotim.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah ke-68 PW Fatayat NU DIY, Linda Nurfitria Astuti menegaskan bahwa panitia mengundang seluruh elemen perempuan NU, perempuan lintas iman, KNPI, dan jaringan para aktivis perempuan DIY. Undangan khusus disampaikan kepada Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi agar bisa ikut serta dalam ikrar perempuan DIY ini.
“Fatayat mengajak semua perempuan DIY untuk setia kepada NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan landasan ini, Fatayat mengajak elemen bangsa untuk mempraktikkan ideologi bangsa dalam keseharian berbangsa dan bernegara. Fatayat juga mengajak semua untuk mengedepankan perdamaian dan menjauhi kekerasan dalam berbagai praktik kehidupan,” tegasnya.
“Sebagai bagian dari Yogya Istimewa, Fatayat juga mengajak masyarakat DIY dalam menggunakan seluruh sumberdaya dan kearifan lokal yang tersedia dalam kerangka Keistimewaan DIY untuk memajukan kebudayaan dan kesejahteraan seluruh warga,” lanjutnya.
Acara ikrar kebangsaan perempuan DIY ini merupakan puncak acara Harlah ke-68 Fatayat yang sudah dilaksanakan sejak pertengahan Januari 2018 sampai 29 April 2018 ini. ada 10 acara yang diselenggarakan, seperti Workshop Advokasi, Workshop Strategi Marketing Bagi UMKM dan Koperasi, Semiloka Sosialisasi Pelibatan Laki-Laki dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Workshop Retorika Dakwah dan Publik Speaking. Lomba Paduan Suara, Pemilihan Da’iyah Jogja, Launching Web Fatayat NU DIY, Pemilihan Duta Santri Nasional, dan Pengajian Akbar bersama Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siraj.
“Gegap gempita dan kesuksesan rangkaian kegiatan peringatan harlah Fatayat NU ke 68 oleh Fatayat NU DIY tentunya tidak bisa dilepaskan dari dukungan segala pihak baik dari pihak/jaringan internal fatayat NU DIY, maupun pihak luar, seperti para sponsor kegiatan dan media partner, yang jumlahnya lebih dari 20 dan hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami, Fatayat NU DIY,” pungkasnya. (rls)








