Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
JAKARTA-Mengenai isu negara khilafah islamiyyah yang diusung oleh HTI yang kemarin telah dibubarkan itu, jika kita pelajari dalam Al-qur’an dan hadits pasti tidak akan ketemu ada perintah yang mengharuskan mendirikan negara khilafah
Demikian disampaikan oleh Dr. Phil. Sahiron Syamsudin dalam acara Halaqah Kebangsaan dengan tema “Alqur’an and Good Government” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) bertempat di Gedung Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada Jum’at (23/03).
Ketua Asosiasi Tafsir se-Indonesia ini juga menjelaskan bahwa kata khilafah dalam Al-qur’an yang berbahasa arab itu bisa saja memiliki dua penafsiran. Pertama, berarti kepemimpinan. Sebuah kepemimpinan itu memiliki makna yang luas, dalam sebuah komunitas sampai terkecil sepert keluarga itu juga ada kepemimpinan.
“Sesuatu yang menjadi perantara wajib itu bisa menjadi wajib jika dengan tidak ada perantara itu menjadi tidak sah wajibnya. Salah satunya sebuah negara yang tidak ada pemimpin maka yang akan terjadi adalah ketidakadilan, kedzaliman. Maka menciptakan keadilan hukumnya wajib maka dalam hal ini kepemimpinan itu wajib adanya,” tambah Phil Sahiron.
Pemimpin yang baik dalam good government menurut Phil Sahiron adalah harus bijak dan demokratis. Seorang pimpinan harus memiliki diplomasi dan perdamaian yang kuat, tidak asal perang akan tetapi melakukan diplomasi agar tidak terjadi perpecahan. Selain itu juga harus cerdas, teliti dan memiliki kekuatan mental. Paling tidak seperti itu.
Dosen Tafsir Alqur’an dan Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga berpesan kepada mahasiswa tafsir hadits se-Indonesia bahwa jangan ragu untuk membela dan mempertahankan NKRI, membela negara itu telah diajarkan dalam agama seperti halnya sunnah nabawiyah. “Jangan tergoda dengan HTI yang menggunakan simbol keislaman tapi hanya tekstual namun tidak memperhatikan substansi keislaman yang rahmatan lil alamin,” tandasnya. (Icin)








