doa syukur nikmat

Doa Syukur Nikmat

Posted on

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. QS. An-Naml 27:19)

Doa ini bisa kita baca kapan dan dalam keadaan apa pun, baik dalam shalat ataupun di luar shalat. Doa ini merupakan ekspresi rasa syukur pada Allah dan agar diberi keuatan untuk mensyukuri segala nikmat-Nya.nikmat Allah teramat luas, tak terhingga. Manusia tak akan pernah bisa menghitung luasnya samudra kenikmatan Allah SWT.

Dan dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidakkah dapat kamu menhinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah. (QS. Ibrahim 14:34

Allah SWT sudah memberikan kenikmatan dari berbagai aspek, di antaranya ada tiga klasifikasi nikmat yang sering dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kehidupan, nikmat akal atau kemampuan berfikir, dan nkmat beragama.

Nikmat Kesehatan dan Kehidupan

Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua macam nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan (umur)” (HR.Bukhari)

Kesehatan merupakan modal dan nikmat yang tak ternilai harganya. Andaikan kita bergelimang harta, kedudukan, dan penghargaan, namun kalau badan tidak sehat, semua itu menjadi tidak bermakna. Karenanya, bersyukurlah atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah.

Selain kesehatan, nikmat umur pun mesti benar-benar kita syukuri. Manusia adalah makhluk yang terikat  waktu. Kualitas manusia ditentukan oleh sejauh mana kemampuannya mengisi waktu yang dimiliki. Kemudian akan menyertai orang-orang yang selalu mengisi waktunya dengan amal saleh.

Abu Shafwan r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah panjang umurnya serta baik pula amal peruatannya” (HR Tirmidzi)

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati agar menaati kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran. (QS. Al ‘Ashr 103: 1-3)

Baca Juga >  Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Doa Nabi Khidir

Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya pada siang hari dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (QS. Al-Qashash 28:73)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT menjadikan siang dan malam untuk disyukuri, yaitu mengisinya dengan berbagai amal saleh.

Nikmat Akal

Manusia adalah makhluk yang paling mulia dibanding makhluk lainnya, karena Allah telah memberikan keindahannya keindahan fisik dan akal, yaitu kemampuan berfikir untuk membuat identifikasi, klasifikasi, analisis, hipotesis, dan konklusi sehingga melahirkan peradaban.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusi adalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At-Tiin 95:4)

Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang mendalam) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (QS. Al Baqoroh 2:269)

 Nikmat Beragama

Merasakan kenikmatan, ketenteraman, dan kebahagiaan ketika melaksanakan ajaran-ajaran agama serta perasaan nyaman dan damai ketika bergabung dengan orang-orang yang saleh merupakan salah satu nikmat beragama. Betapa banyak orang yang merasa tersiksa saat harus melaksanakan ajaran-ajaran agama; mereka terbebani saat melaksanakan shalat, merasa berat untuk berinfak, atau merasa menderita saat berpuasa.

Jadi, kalau kita merasakan nikmatnya beragama, ini adalah nikmat tak terhingga yang harus kita syukuri. Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (QS. Al-Insan 76:3)

Dengan merenungi tiga macam nikmat di atas, yaitu nikmat kesehatan dan kehidupan, nikmat akal atau kemampuan berfikir, serta nikmatnya beragama, semakin membuat kita merasakan betapa nikmat  Allah SWT itu tak terhingga. Dan semakin mendorong kita untuk berbuat amal saleh yang diridhi-Nya, serta membuat kita berusaha untuk berada pada lingkungan orang-orang saleh.

(Sumber : Doa Orang-orang Sukses oleh Dr. Aam Amiruddin, M.Si)

*) Oleh Lasari Nurfitri Aningsih Mahasiswa Magang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta