Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, Latin dan Artinya ini merupakan hal yang tidak bisa dipisakan dengan kata bepergian. Padatnya aktifitas dan jauhnya jarak yang harus ditempuh tentu tidak akan efektif jika tanpa kendaraan. Dalam berkendaraan, terutama dalam perjalanan jauh tentu selalu disertai oleh resiko bahaya, baik berupa kecelaan, kemacetan, atau mungkin yang paling sederhana seperti ban bocor dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Oleh sebab itu kitalah mengapa doa naik kendaraan darat, laut, latin dan artinya ini sangat penting untuk diketahui.
Terlepas dari takdir, untuk mencapai keselamatan, kita diharuskan untuk tetap berhati-hati dan melakukan semua prosedur keselamatan dalam berkendaraan, Seperti mentaati rambu-rambu lalu lintas misalnya atau memeriksa dan memastikan kendaraan dalam kondisi normal dan aman dikendarai. Meskipun kita sudah berhati-hati dan menjalankan semua prosedur keselamatan, namun semua itu tidak sepenuhnya menjamin keselamatan, karena yang menentukan segalanya hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu, kita diaanjurkan untuk berdoa memohon perlindungan dan pertolongan Allah agar kita selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat, sehat wal’afiat.
Selain berdoa, ada pula amalan khusus yang spesial dalam menempuh suatu perjalanan. Tentu yujuannya tidaklah jauh berbeda dengan doa umum yang akan dibahas kali ini, yaitu mengharap pertolongan dan lindungan Allah SWT. Kali ini kami akan menyajikan doa dan amalan khusus ketika naik kendaraan dan bepergian. Berikut doanya:
Doa Naik Kendaraan Dararat Arab Latin dan Artinya

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
SUBHAANALLADZII SAKKHARA LANAA HADZA WAMA KUNNA LAHU MUQRINIIN WA-INNA ILAA RABBINA LAMUNQALIBUUN.
Artinya :
“Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali. ”
Doa Naik Kendaraan Laut Arab, Latin dan Artinya
بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ
BISMILLAAHI MAJRAHAA WA MURSAAHAA INNA ROBBII LAGHOFUURUR ROHIIM
Artinya :
“Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
Doa khusus naik kapal diatas merupakan doa yang di panjatkan oleh Nabi Nuh pada saat mengendarai kapalnya yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Huud ayat 41.
وَقَالَ اَرْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Hud :41)
Semoga Allah Swt melindungi kita dari mara bahaya dan kita bisa sampai ditujuan dengan selamat, selain itu bisa juga menambah pahala, semoga doa naik kendaraan bisa bermanfaat bagi kita semua. Sumber: ladunni.id
Adapain amalan khusu saat bepergian, baik naik kendaraan atau berjalan kaki, Salah seorang sahabat Rasulullah SAW melazimkan sebuah bacaan ringan ketika berdiam, berjalan kaki, atau berkendaraan. Riwayat Ibnu Sinni dan Al-Baihaqi menceritakan bagaimana Rasulullah SAW ketika berperang di Tabuk diminta pulang kampung ke Madinah demi menshalatkan jenazah salah seorang sahabatnya, Muawiyah. Riwayat ini dikutip oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar pada bab zikir ketika di jalan sebagai berikut ini:
وروينا في كتاب ابن السني و “دلائل النبوة” للبيهقي عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: “أتى رسول الله (صلى الله عليه وسلم) جبريل (صلى الله عليه وسلم) وهو بتبوك فقال: يا محمد اشهد جنازة معاوية بن معاوية المزني، فخرج رسول الله (صلى الله عليه وسلم)، ونزل جبريل (عليه السلام) في سبعين ألفا من الملائكة، فوضع جناحه الأيمن على الجبال فتواضعت، ووضع جناحه الأيسر على الأرضين فتواضعت، حتى نظر إلى مكة والمدينة، فصلى عليه رسول الله (صلى الله عليه وسلم) وجبريل والملائكة (عليهم السلام)، فلما فرغ قال: يا جبريل بم بلغ معاوية هذه المنزلة؟ قال: بقراءته: قل هو الله أحد، قائما وراكبا وماشيا”
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami dalam Kitab Ibnu Sinni dan kitab Dala’ilun Nubuwwah karya Al-Baihaqi dari Abu Umamah Al-Bahili, ia bercerita bahwa Jibril AS mendatangi Rasulullah SAW ketika beliau di Tabuk. ‘Wahai Muhammad, saksikanlah shalat jenazah Muawiyah bin Muawiyah Al-Muzani (di Madinah),’ kata Jibril. Rasulullah SAW keluar (dari Tabuk). Sementara Jibril AS turun bersama 70.000 malaikat. Jibril AS menurunkan sayap kanan di atas bukit hingga merendah. Ia juga meletakkan sayap kirinya di atas tanah sampai merendah hingga ia dapat melihat Kota Mekkah dan Madinah. Rasulullah SAW bersama Jibril AS dan ribuan malaikat kemudian menshalatkan jenazah Muawiyah. Setelah selesai, Rasulullah SAW bertanya, ‘Wahai Jibril, dengan amalan apa Muawiyah mendapatkan derajat begitu tinggi ini?’ ‘Muawiyah lazim membaca Surat Al-Ikhlas saat berdiri, berkendaraan, dan berjalan kaki,’ jawab Jibril,”
(Lihat Al-Imam An-Nawawi, Al-Adzkar pada Hamisy Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 176).
Muhammad bin Alan As-Shiddiqi dalam Syarah Al-Adzkar, Al-Futuhatur Rabbaniyyah menerangkan bahwa di belakang Jibril AS terdapat dua shaf malaikat ketika mereka menshalatkan jenazah sahabat Muawiyah bin Muawiyah, (Lihat Muhammad bin Alan As-Shiddiqi, Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 177).
Untuk lebih lengkapnya, kami kutipkan di sini Surat Al-Ikhlas berikut transliterasi dan terjemahannya.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
QUL HUWALLÂHU AHAD. ALLÂHUS SHAMAD. LAM YALID, WA LAM YÛLAD. WA LAM YAKULLAHÛ KUFUWAN AHAD.
Artinya, “Katakanlah, ‘Dialah Allah yang esa. Dia tempat bergantung. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tiada satu pun yang menyamai-Nya.’” Walhasil, zikir apapun termasuk Surat Al-Ikhlas adalah kalimat yang seharusnya dilazimkan sesering mungkin dalam keseharian kita.
Demikian penjelasan doa naik kendaraan darat, laut dan artinya. semoga bermanfaat dunia akhirat. Amin
(Alhafiz K/Ust. Muhlisin, S. Pd.)
Sumber: NU Online
Artikel terkait silahkan baca di sini








