Dikunjungi Mahasiswi Thailand, Santri Ulul Albab Diskusikan Persaingan Global

Santri Ulul Albab

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYAKARTA-Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Yogyakarta disambangi oleh tamu kehormatan yaitu Tazzneem Hasan, Senin (13/08/2018). Ia merupakan mahasiswi S2 Chiang Mai University, Thailand yang pernah meraih beasiswa Erasmus dan saat ini menjalani beasiswa di Universitas Gadjah Mada. Dalam kunjungan di Pondok Pesantren, ia berbagi kisahnya tentang perjuangan dalam mendapatkan beasiswa Erasmus.
Selain itu sebagai seorang muslimah, Tazzneem Hasan juga sedikit bercerita bagaimana kehidupannya di Thailand sebagai seorang muslim. “Akseptabilitas muslim di Thailand saat ini lebih baik dibandingkan 5-10 tahun yang lalu,” ucapnya. Ia pun mengajak santriwan-santriwati untuk tidak ragu berkunjung ke Chiang Mai, Thailand. Tazzneem juga bercerita bahwa saat ini banyak warga negara asli Thailand yang ingin mempelajari Islam. Biasanya pada hari Minggu mereka ikut meramaikan kegiatan yang diadakan di beberapa pusat kajian Islam.
Pemaparan materi diawali dengan pembukaan oleh Gus Ricco Survival Yubaidi, S.H., M.Kn yang juga pernah meraih beasiswa di Bangkok, Thailand. Dalam kegiatan tersebut santri juga diajak berdiskusi komparasi muslim/islam di Thailand dan Indonesia. “Kurang lebih (Islam di Thailand dan Indonesia) hampir sama dan keduanya mengedepankan Islam yang ramah dan memberikan kesejahteraan (rahmatan lil alamin),” beber Ricco.
Di era saat ini, kata Ricco, para santri juga diberi pesan untuk senantiasa meningkatkan motivasinya dalam berprestasi. Disamping berkuliah ataupun sebagai santri di pondok, harus mampu menambahkan kemampuan untuk memahami permasalahan-permasalahan global. “Di beberapa Universitas di Thailand, para mahasiswa dituntut untuk dapat menguasai minimal 1 bahasa asing. Hal tersebut membuktikan bahwa antisipasi yang dilakukan agar para pemuda tidak tergerus dengan cepatnya zaman dan mampu beradaptasi dengan segala situasi kondisi,” timpal Ricco.
Seluruh santriwan dan santriwati antusias untuk mengajukan tanya jawab dan mendapat semangat agar dapat lolos mengikuti beasiswa studi ke luar negeri. Pada akhir kegiatan diskusi kemudian diakhiri dengan foto bersama.(rls/rk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *