banser bantul

Demi Agama dan Negara, Banser Bantul Siap Menguasai Dunia Maya

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

BANTUL- Dunia maya saat ini menjadi salah satu penentu opini publik. Konten dunia maya menjadi ruang publik yang terus direbutkan semua pihak. Sayangnya, hoax dan sampah informasi begitu banyak mengisi dunia maya, bahkan menggiring publik dalam jaringan gerakan radikal. Ini yang harus diwaspadai semua pihak, termasuk Ansor dan Banser NU.

Demikian ditegaskan Fatkhul Anas, Pemimpin Redaksi Bangkitmedia.com ketika menjadi pembicara dalam acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan IV Tahun 2018 PC Ansor Bantul – Satkorcab Banser Bantul di Pesantren Al-Muhsin 2 Mejing Bangunjiwo Kasihan Bantul, Jum’at (13/04).

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Saat ini dunia maya dikuasai kaum radikal. Mereka memproduksi hoax begitu luar biasa. Bahkan banyak sekali tradisi dan amaliyah NU yang disalahkan dan dikafirkan. Contohnya sangat gambalng, sangat nyata. Bisa kita cek bersama-sama, seperti tahlil, ziaroh, dan lainnya, itu semua dikafirkan,” tegas Kang Anas, panggilan akrabnya.

“Pembaca website kaum radikal itu tidak sedikit, satu bulan bisa sampai 5 juta, ada yang enam juta, ada juga yang sampai 8 juta. Kalau ada 100 orang saja yang masuk terjebak dengan bacaan itu, maka itu bisa menggegerkan Indonesia. Tiba-tiba ada orang masuk gereja mau membunuh, tiba-tiba ada bom bunuh diri di markas kepolisian, dan lain sebagainya,” lanjut Kang Anas.

Kang Anas juga mengajak semua barisan kaum muda NU untuk bergerak bersama dalam menjaga agama, bangsa dan negara. Dengan barisan yang kuat, termasuk barisan dalam menjaga dunia maya, maka Banser menjaga generasi muda bangsa dari tarikan radikalisme.

“Bagaimana sahabat-sahabat Banser, apakah sahabat-sahabat Banser Bantul siap menjaga ulama, agama, bangsa dan negara ini dari gerakan radikalisme dunia maya?,” tanya Kang Anas.

“Siaaaaaaaap.” Jawab peserta DTD dengan suara bergemuruh dan penuh semangat.

Baca Juga >  PWNU DIY Serukan Doa untuk Kiai Hafidz

“Siapa Kita,” Kang Anas kembali menggelorakan suaranya.

“NU!”. Jawab para peserta  DTD dengan suara lantang.

“Baik. Malam ini adalah kabar baik bagi Indonesia. Dalam ruangan ini, ada anak-anak muda NU yang akan siap berjuang untuk negara kita. Kita harus kuasai dunia, bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk menjaga masa depan NKRI yang merupakan warisan para ulama’ kita,” tegas Kang Anas.

Sementara itu, Komandan Banser Bantul Eko Widyanto menegaskan bahwa Satkorcab Banser Bantul akan terus mendorong Banser berperan dalam dunia maya. Kalau di dunia nyata, Banser sudah terbukti. Kalau di dunia maya, maka akan terus ditingkatkan kualitas personalnya.

“Saya sangat senang dengan kesiapan para peserta DTD ini. Akan terus kita kawal agar bisa terus mengabdi kepada agama, bangsa dan negara,” tegasnya.

Sedangkan MWC NU Kasihan Kiai Alfan Aliyafi menegaskan sangat senang dengan hadirnya acara DTD ini. Ini wujud kebangkitan kaum muda NU. Dengan semangat perjuangan ini, maka NU di Kasihan khususnya akan tumbuh semakin besar dan semakin memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

“Kita sangat senang. Kita akan terus memberikan semangat kepada kaum muda NU, khususnya Ansor dan Banser dalam berjuang, khususnya di Kasihan. Mohon doanya, semoga NU Kasihan semakin berkembang mengikuti daerah-daerah lainnya,” tegas Kiai Alfan yang juga Pengasuh Pesantren Al-Muhsin 2, Kasihan.

Acara DTD ini diikuti 41 kader dari berbagai daerah, yakni Kasihan, Jetis, Kretek dan Banguntapan. Acara ini berlangsung mulai 13-15 April 2018. Berita Islam Terkini (udin)