Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
KULONPROGO– Para santri jangan lagi berada di pinggiran pembangunan, sudah saatnya santri berperan besar dalam menentukan pembangunan daerah. Santri sudah terbukti mempunyai semangat besar dalam perjuangan bangsa ini, sehingga mempunyai kemandirian dalam hidupnya. Saatnya santri ikut membangun secara menyeluruh di Kulonprogo.
Demikian ditegaskan Bupati Kulonprogo Dr. Hasto Wardoyo, SP. OG.(K) dalam acara pembukaan Hari Santri Nasional (HSN) Fair di Lapangan Kembang Nanggulan Kulonprogo, Rabu (17/10).
“Sudah saatnya santri berperan aktif dalam seluruh pembangunan di Kulonprogo karena dari pondok pesantren santri terdidik mandiri bisa dijadikan modal bekal hidup untuk memajukan masyarakat secara bersama-sama,” tegas Bupati Kulonprogo.
Sementara itu, Ketua PCNU Kulonprogo Drs H.M. Wasiluddin, menegaskan bahwa peran pesantren sangat luar biasa jasanya bagi kemerdekaan Indonesia.
“Bangsa ini bisa mandiri dan kuat karena mempunyai kecintaan lebih terhadap NKRI,” tegas Kiai Wasiluddin.

Sedangkan Ketua Panitia HSN Kulonprogo, Gus Muktaf Ajib mengatakan bahwa Hari Santri di Kulonprogo dilaksanakan di Nanggulan bertujuan mengenalkan event besar NU kepada jamaah dan masyarakat bagian utara Kulonprogo yang biasanya selalu terlaksana di daerah selatan.
“Harapannya supaya pemerataan pentingnya masyarakat mengetahui bahwa NU sebagai ormas besar mempunyai andil besar kemerdekaan Indonesia melalui peran Muassis Nahdlatul Ulama dalam mencetuskan tanggal 22 Oktober sebagai resolusi jihad menghadapi penjajah,” tegas Gus Ajib yang juga Sekreatris RMI NU Kulonprogo.
“Peringatan Hari Santri Nasional mempunyai makna, dan filosofi yang besar bagi bangsa Indonesia, sehingga perlu diketahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober. Sejarah mencatat, para santri bersama dengan pejuang bangsa lainnya memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing,” lanjut Gus Ajib.
Rangkaian acara HSN Kulonprogo dimulai sejak tanggal 7 Oktober 2018 sampai 28 Oktober 2018. Rangkaian HSN Kulonprogo 2018 diawali dengan Lomba Futsal dan lomba MTQ pada tanggal 7 Oktober 2018 melibatkan seluruh MWCNU dan RANTING NU se Kulon Progo dan di tutup oleh jalan sehat tanggal 28 Oktober 2018 di lapangan Kembang-Jatisarono Nanggulan. Rangkaian acara meliputi berbagai lomba-lomba seperti Lomba Futsal, Lomba MTQ, Festival Hadroh, Lomba Video terfavorit, NU Award, Lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba musik religi serta rangkaian pengerahan masa seperti apel 10 ribu santri dan jalan sehat, pengajian umum serta HSN Fair.
Dalam acara pembukaan ini ditutup doa oleh Rois Syuriah PCNU Kulonprogo KH. Saefudin dan dilanjutkan penampilan seni budaya oleh Band Musik Kubro Siswo dari Nanggulan.
Pada kesempatan itu, tamu undangan yang hadir seperti pengurus PCNU Kulonprogo dan jajarannya, MWCNU se Kulonprogo, PEMDA Kulonprogo beserta Pemerintah Desa dan Kecamatan Nanggulan serta pihak kepolisian yang mengunjungi stand-stand MWCNU yang menampilkan produk unggulan yang di pasarkan di area HSN Fair Kulonprogo.
(AF/Muharrik NU Kulonprogo)








