Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab Latin Arti Dan Keutamaannya

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab Latin Arti dan Keutamaannya

Posted on

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab Latin Arti dan Keutamaannya. Al Qur’ an sebagai pedoman utama bagi Umat Islam dalam menjalani hidup tentu secara keseluruhan isinya adalah istimewa. Meski demikian untuk meraih keutamaan keutamaan tertentu, beberapa ayat dalam Al- Qur’an memiliki keutamaan khusus. demikian pula dengan Ayat Kursi, sekalipun Ayat Kursi adalah bagian dari Surah Al- Baqarah, tepatnya ayat ke- 255 Surah Al- Baqarah, ayat ini memiliki beberapa keistimewaan khusus. Tentunya keistimewaan tersebut dikhususkan bagi pembacanya. Nah, pembaca yang budiman, agar lebih mudah di baca dan di pahami, berikut kami cantumkan bacaan Ayat Kursi lengkap Arab, latin  arti beserta keutamaannya. selamat membaca:

Arab:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Latin:

Allahu la ilaha illa huw, al-ḥayyul-qayyụm, la ta`khuzuhu sinatuw wa la na`ụm, lahụ ma fis-samawati wa ma fil-arḍ, man zallazi yasyfa’u ‘indahu illa bi`iznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuḥiṭụna bisyai`im min ‘ilmihi illa bima sya`, wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-arḍ, wa la ya`ụduhụ ḥifẓuhuma, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓam

Artinya:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Keutamaan Ayat Kursi:

Keutamaan dari Ayat Kursi yang teramat mulia ini adalah sebagaiman diriwayatkan dalam kitab Addurrul Mantsur, Rasulullah SAW bersabda:

إنها أعظم اية في القران كتاب الله

“Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam Al-qur’an.”

Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan: “Bacalah Ayat Kursi karena dapat menjaga dirimu, anak-anakmu dan tempat tinggalmu serta rumah yang ada disekitar tempat tinggalmu. Apabila dibaca pada pagi hari dan petang hari maka akan aman dari gangguan jin. Apabila engkau membacanya ketika engkau hendak tidur maka Allah akan menjagamu sehingga setan tidak akan mampu mendekatimu hingga pagi hari.”

Dalam riwayat lainnya dikatakan bahwa membaca bacaan ayat kursi lengkap adalah setara dengan membaca seperempat Al-Qur’an.
Dalam kitab Taisiril Ushul Ila Jami’ Ushul Min Hadits Rasul karya dari seorang ulama besar Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’iy Asy-Syaibani Asy-Syafi’i, diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:

إن لكل شيء سناما، وإن سنام القران سورة البقرة، وفيها اية سيدة اي القران اية الكرسى.

“Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki punuk dan punuknya Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah dan di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat Al-Qur’an yaitu, Ayat Kursi.” (HR. at-Turmudzi)

Diriwayatkan dalam tafsir Sirajul Munir karangan Imam Asy-Syarbini mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan An-Nasa’i bahwa Rasulullah SAW bersabda:

من قرأ اية الكرسى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يعنمه من دخول الجنة إلا الموت

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang dapat mencegahnya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.”

Yang dimaksud kecuali kematian pada hadits tersebut di atas adalah apabila telah datang ajalnya maka dia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.

Al-Baihaqi dalam kitabnya Syi’bil Iman meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang itu selalu membacanya (Ayat Kursi) itu, kecuali dia adalah seorang shiddiq atau ‘abid (ahli ibadah).”

Dalam riwayat lainnya dikatakan: “Barangsiapa membacanya ketika dia akan mulai tidur maka Allah akan memberikan keamanan baginya, bagi tetangganya, bagi tetangga dari tetangganya dan bagi rumah-rumah yang ada disekitarnya.”

Diriwayatkan, jika Ayat Kursi dibaca pada sebuah rumah maka setan tidak akan mendatangi rumah itu selama 30 hari, dan sihir tidak akan mampu masuk ke rumah itu selama 40 hari.

Baca Juga >  Tata Cara Lengkap Wudhu dan Doa Setelah Wudhu

Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali RA: “Wahai Ali, ajarkanlah ini kepada anak-anakmu, kepada keluargamu dan kepada para tetanggamu, karena tidak diturunkan ayat yang lebih mulia dari ayat ini (ayat kursi).”

Pada suatu ketika, para sahabat sedang membicarakan mengenai keutamaan ayat-ayat dalam Al-Qur’an, maka Sayyidina Ali RA mengatakan kepada mereka, bagaimana menurut kalian tentang ayat kursi? Rasulullah pernah bersabda kepadaku:
“Wahai Ali sayyidul basyar (pemimpin para manusia) adalah Nabi Adam, pemimpin seluruh bangasa Arab adalah Muhammad dan tidaklah aku bangga karena ucapan ini, pemimpin dari orang-orang Parsi adalah Salman, pemimpin dari golongan Romawi adalah Shuhaib, pemimpin dari kaum Habasyah adalah Bilal, pemimpin semua hari adalah hari jum’at, pemimpin seluruh kitab adalah Al-Qur’an, pemimpin seluruh surat dalam Al-Qur’an adalah Al-Baqarah, pemimpin seluruh surat dalam AL-Baqarah adalah Ayat Kursi.”

Dalam kitab Nawadiril Ushul diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Musa AS . Malaikat Jibril berkata : “Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan bahwa barangsiapa membaca sekali dalam selesai shalat fardhu:

اللهم إني أقدم إليك بين يدي كل نفس ولمحة وطرفة يطرف بها أهل السماوات وأهل الأرض وكل شيئ هو في علمك كائن أو قد كان، أقدم إليك بين ذلك كله : اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمُُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.

Sesungguhnya siang dan malam itu ada 24 jam dan pada setiap 1 jam diangkat sebanyak 70 juta kebaikan bagi orang yang membacanya dan para Malaikat akan sibuk mencatat (besarnya kebaikan) dari bacaan itu.”

Dalam durratun nashihin, menukil dari Kitab Hayat Al-Quyub Shochifah 240, majlis fi bayan al-baka’ (perihal menangis), dijelaskan bahwa:

Ketika sudah saatnya hari kiamat, seorang hamba dibangkitkan di hadapan Allah kitab catatan amalnya disodorkan, ternyata lebih banyak keburukannya.
Kemudian dia berkata: الهى ما فعلت هذه السيئات؟ (Ya Tuhanku, aku tidak lakukan keburukan semua ini)

Maka Allah SWT. berfirman: ان لي شهودا ثقات (Sungguh pada-Ku ada saksi2 yang kuat)

Lalu, ia (‘abd) pun menoleh ke kanan dan ke kiri, tiada menemukan seorang saksipun, kemudian dia berakata:

يا رب أين الشاهد؟  (Ya Tuhan, dimana saksi bagiku?)

Kemudian Allah SWT. menyuruh anggota-anggota tubuhnya supaya menjadi saksi, merekapun bersedia.

Kedua telinganya (‘abd) berkata: انا سمعنا وعلمنا أنه قد عمل (Kami benar-benar telah mendengar dan tahu pasti bahwa ia telah melakukannya).

Kedua matanya berkata:  انا قد نظرنا (akupun melihatnya).

Berkata lisannya: قد قلت (aku juga mengucapkannya).

Kedua tangannya berkata: انا فعلنا (sesungguhnya kami telah melakukannya).

Farjinya pun berkata: انا زنيت (aku telah berbuat zina).

Maka ia (‘abd) pun gusar.

Kemudian Allah SWT. menyuruhnya masuk neraka. Namun pada bola mata kanannya terlihat seutas rambut mata memohon idzin kepada Allah SWT. untuk berbicara. Maka Allah SWT menizinkannya.

Ia pun berbicara: يا رب الست قلت اي عبد اغرق شعرة واحدة من اجفانه بدموع عينيه من خشيتي الا انجيته من النار؟ (Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berfirman “Siapapun dari seorang hamba yang tenggelam basah seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanyakarena takut pada-Ku, maka Ku bebaskan ia dari neraka”?

Maka Allah SWT menjawabnya: بلى (Ya, benar)

Rambut mata tadi pun berkata: انا اشهد ان هذا العبد المذنب قد اغرقني بالدموع من خشيتك (aku bersaksi, bahwa hamba yang berdo’a ini telah membasahiku dengan air matanya akibat takut pada-Mu)

Akhirnya Allah SWT. menyuruh masuk ke surge. Selanjutnya terdengar suara,  الا ان فلانا بن فلان قد نجا من النار بشعرة واحدة من اجفان عينيه (“Ketahuilah, bahwa si fulan bin fulan terbebas dari api neraka, berkat seutas rambut dari sekian rambut mata.”)

Demikian bacaan ayat kursi lengkap. Semoga bermanfaat.
Artikel terkait baca di sini Baca juga berbagai doa lainnya. Baca di sini