Alasan Gus Baha Sering Pakai Baju Putih

Mengenal Ulama Gus Baha yang Dicintai Jutaan Umat

Di dalam banyak kesempatan, terutama saat memberikan kajian, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha sering mengenakan pakaian berwarna putih. Bukan suatu kebetulan, namun dia memiliki prinsip khusus.

Gus Baha menjelaskan bahwa sejak awal berdakwah, dia tidak pernah mengenakan pakaian lain selain putih saat mengaji. Pakaian putih menurutnya bukan hanya simbol kesucian, tetapi juga merupakan bagian dari sunnah Rasul.

“Saya itu seingat saya belum pernah ngaji gak pakai baju putih,” kata Gus Baha, dikutip dari Liputan6.

Pakaian berwarna putih dan sering terkesan sederhana sering menjadi bahan pertanyaan orang-orang. Banyak pertanyaan yang datang ke Gus Baha, kenapa tidak memakai jubah seperti pendakwah lain. Atau kenapa tidak memakai batik lantaran dia orang Jawa.

“Karena pikiranku jubahan koyo wong Arab, nak batikan kesane kok ora sunah rasul. Sunah Rasul, Rasulullah seneng putih. Jadi setengah-setengah baju putih, peci hitam, sunnah Rasul tapi tetep Indonesia,” katanya

Gus Baha mengatakan beberapa orang beranggapan bahwa pakaian putih atau jubah putih hanya identik dengan kebiasaan Arab. Namun dia menegaskan bahwa pilihan pakaian ini lebih dari sekadar mengikuti kebiasaan luar negeri, namun juga bagian dari pelaksanaan sunnah.

Menurut Gus Baha, pakaian putih memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan spiritualitas dan kesucian. Dia berpendapat meski tradisi ini kental dengan nuansa Arab, namun esensinya adalah untuk mengikuti teladan Rasul dan menjadikannya relevan dalam konteks Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Baha mengungkapkan bahwa ia merasa tidak perlu mengubah pilihan pakaiannya hanya karena perbedaan budaya. Menurutnya, inti dari pakaian putih adalah untuk menjaga keaslian ajaran dan tidak terpengaruh oleh pandangan luar yang mungkin berbeda.

Gus Baha juga menambahkan bahwa pakaian putihnya tidak hanya untuk menonjolkan identitas, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Islam. Dia percaya bahwa penampilan yang sederhana dan bersih membantu dalam fokus pada tujuan dakwah dan menyampaikan pesan agama dengan lebih baik.

Meski ada berbagai pandangan mengenai pakaian putih, Gus Baha tetap berkomitmen untuk melanjutkan tradisi ini sebagai bentuk pelaksanaan sunnah. Dia berharap masyarakat dapat memahami dan menghargai pilihan ini sebagai bagian dari ibadah dan tradisi agama yang mendalam.

Gus Baha berharap bahwa masyarakat tidak hanya melihat pakaian putih sebagai simbol budaya, tetapi sebagai bagian hal penting dari pelaksanaan ajaran agama yang lebih luas dan mendalam.

Penulis: Antariksa Bumiswara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *