Ada Habib Umar dan Habib Syekh, Wakil Gubernur Jateng Mau Turun dari Panggung

Posted on

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bisa hadir dalam acara Solo bersholawat. Ada beberapa pesan penting yang disampaikan Al Habib Syeh kepada para jamaah sebelum acara di mulai.

“Banyak orang yang cinta para haba’ib tapi cintanya justru menyakiti. Kalau yang dinamakan cinta adalah nurut sama kekasihnya.”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Seiring dengan padatnya Jadwal Al Habib Umar di Indonesia banyak orang orang yang berjubel pingin salaman dan selfie. Bahkan imamah yang dipakai Al Habib Umar sendiri hampir jatuh.

“Ini bukan cinta tapi ini gila,” tegas Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf kepada para jama’ah.

“Jadi saya (Habib Syeh) minta tolong kepada seluruh jama’ah baik kiyai, habib dan semuanya jangan sampai ada yang meminta salaman. Jadi bagi mereka yang masih berebut salaman berarti dia masih terselipi syetan. Jadi saya berpesan kepada para jama’ah kususnya yang muda muda jangan berebut salaman. Pandang saja dengan penuh kecintaan, pandangan penuh rahmat sudah cukup. InsyaAllah pahalanya lebih, daripada yang salaman. Karena salaman tadi membuat al Habib Umar capek dan sakit.”

“Habib Umar tidak mungkin marah, kitanya yang harus tahu. Ma’af dan ma’af kadang ini mau dipakai untuk status dengan berfoto, ini orang gila dan lucu,” tegas Habib Syech kepada para jamaah.

“Di Al Qur’an telah di jelaskan, “Mereka punya mata tapi tidak bisa untuk melihat, mereka punya telinga tapi tidak bisa untuk mendengar”. Ibaratnya mereka dinasehati tapi tidak nurut. Tolong ini saya berpesan kepada diri saya sendiri (Habib Syech) dan kepada para jama’ah agar bisa nurut.”

“Mari kita buktikan bahwa kita itu santri dengan akhlak.”

Dan ini langsung dibuktikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah (Gus Yasin M). Sebagaimana juga yang di sampaikan Pak Ganjar selaku Gubernur Jateng.

“Gus Yasin ini Kyai juga kadang memberi masukan saya, Mas Ganjar pemimpin itu bisa keliru, termasuk saya. Tetapi cara mengingatkanya dengan cara dipanggil didatengi tidak di depan umum, tapi kalau masih ngeyel gimana caranya? Minimal pesan sudah disampaikan. Dosa tanggung sendiri.Tapi dengan penuh kecintaan”.

Yogyakarta, 28 September 2019.

Cerita itu tak cukup sampai di situ saja

Ada pemandangan…
Yang tidak Biasa…
Pada acara tadi malam…
Di Solo Bersholawat…
Majelis diHadiri…
Oleh Habib Umar Bin Hafidz…
Guru dari para Habaib..
Diseluruh Dunia…

Hadir juga para Habaib..
Dan pejabat dari Jawa Tengah…
Ada Gubernur Jateng Pak Ganjar…
Turut juga Hadir…
Wakil Gubernur Gus Taj Yasin Maemun…

Ada satu Kejadian…
Dimana Habib Umar Bin Hafidz…
Sempat Bertanya…
Kepada Gus Taj Yasin Maemun…
Wakil Gubernur Jateng…
Yang juga Putera dari…
Alm KH.Maimun Zubair….

Baca Juga >  Gus Mus : Munculnya Ustadz “Dadakan” Karena Lemahnya Pendidikan Spiritual

Awalnya Gus Yasin…
Duduk berjajar dengan Habib Umar…
Berjarak 1.5 meter…
Hingga beberapa saat…
Baru saja Habib Umar datang…
Gus Yasin Bergerak…
Seolah ingin meninggalkan panggung…
Dan mengarah Ke Tangga Turun…

Kalau saya tidak Salah dengar…
Habib Umar bertanya…
Dengan Kalimat ini…
Hendak Kemana ?
Duduklah disini…
Menemani saya…

Dengan penuh senyum…
Habib Umar Meminta Gus Yasin…
Untuk kembali ketempat Beliau…
Namun sampai disini…
Gus Yasin Menolak…

Seraya tetap mengambil…
Posisi tempat duduk…
Didepan Speaker panggung…
Seraya Wakil Gubernur ini…
Berkata Kepada Habib Umar…
Yaa Habib…

Biarkan diri saya Duduk disini…
Agar saya bisa PUAS MEMANDANG…
Keindahan Wajahmu…
Wahai Cahaya Tarim…
Seketika itu…
Habib umar tersenyum…
Seraya memegang…
Dan mengelus dada Beliau..
Dengan paras Bahagia…
Dan penuh kasih…

Setelah ini…
Gus Yasin tetap pada posisi…
Didepan speaker Panggung…
Hingga acara Selesai…
Tanpa sekalipun Mata Beliau…
Melepaskan Fokusnya…
Dari Menatap Wajah Mulia….
Al Musnid Habib Umar Bin Hafidz…

Teladan yang sangat Luhur…
Yang Beliau sajikan…
Untuk kita semua…
Dari Kewibawaan Seorang Pejabat…
Yang dibalut Akhlaq seorang Santri…
Hingga Ketawadhuan…
Dari Putera seorang Wali…

Dalam Diam Gus Yasin…
Sudah memberi Pelajaran Besar…
Walau dalam Otoritas Beliau…
Yang Mampu duduk..
Diposisi terdekat dengan Ulama…
Beliau justru menampilkan…
Dan memberikan pesan…
Bahwa Cukup dengan memandang…
Serta memberikan Ruang Nyaman…

Kepada para Ulama…
Sudah menjadikan Kebahagiaan…
Bagi Hati yg Bersih…
Dan Cinta yang tulus…
Tidak dengan Ngotot bersalaman…
Dan Selfie2 dengan Habaib…

Walau kita tau…
Bagaimana Kelelahan Dakwah…
Yang sedang diemban Guru kita…
Gus Yasin Wakil Gubernur…
Namun tetap Dalam Khidmat..
Memuliakan para ulama…
Beliau merasa Rugi…
Jika Mata Dan Hatinya…
Tidak terpuaskan Memandang…
Kemuliaan Habib Umar…
Kalau saja diizinkan…

Mungkin Beliau sudah Turun panggung…
Dan ikut duduk bersama…
Dengan kami para jamaah…
Agar mampu dengan mudah Memandang…
Al Musnid Habib Umar Bin Hafidz…
Sepanjang acara itu..

Saya sangat Malu….
Kepada diri saya Pribadi….
Masihkah saya Harus…
Berusaha duduk dekat Ulama…
Dan memaksa Bersalaman…
Hingga foto bersama tanpa adab…
Sementara Seorang Wakil Gubernur…
Justru memberi Ruang nyaman…
Dan Mencukupkan diri Beliau…
Dengan Memandang Wajah Ulama…

Lantas siapakah kita?
Yang masih terus…
Mengedepankan Ego…
Meraih Salaman dengan paksa…
Dan Berfoto Selfie tanpa Adab…
Hingga menyakiti…
Dan membuat Risih para Ulama…
Hanya demi sebuah pengakuan…
Dan tipuan Setan…
Yang Bernama…
UPDATE STATUS…..

28 September 2019

Penulis: Muhamad Aldiyansyah