Perilaku radikal seringkali membuat masyarakat terbelah. Dari bersaudara menjadi bermusuhan, dari bersahabat menjadi saling konflik dan curiga. Banyak negara yang merasakan betapa ruginya perilaku radikal yang berkembang di masyarakat yang ujungnya melahirkan kehancuran dan kekerasan.
Menurut Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri, ada dua macam perilaku radikal.
“Radikal pertama yaitu radikal pemikiran yang terlalu keras kepada orang yang berbeda pandangan juga berbeda agama. Menganggap bahwa mereka harus diperangi, harus dimusuhi,” tegas Habib Ali dalam ceramahnya di Kampus Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, 3 Desember 2019.
“Kita membenci kekafiran mereka, kita membenci kemaksiatan mereka, tetapi kita tidak boleh membenci orangnya, karena mereka juga sama-sama makhluk ciptaan Allah,” lanjut Habib Ali.
Sementara yang kedua, tegas Habib Abi, adalah radikal yang terlalu toleran dimana menganggap semua agama sama, padahal telah jelas bahwa hakikatnya perbedaan itu sudah tertulis dalam nash-nash kepercayaan masing-masing.
“Kita boleh bertoleransi, berbuat baiklah kepada mereka yang berbeda agama, tetapi bukan dengan menghadiri acara-acara keagamaan mereka,” tutur Habib Ali. (red/Bangkitmedia.com)








