6 Hal Sunnah Saat Berbuka Puasa

6 Hal Sunnah Saat Berbuka Puasa

Posted on

Ini tentang 6 hal sunnah saat berbuka puasa. Ingatlah, buka puasa itu waktu sangat istimewa. Saat itulah seorang mukmin merasakan kebahagiaan luar biasa, baik bahagia secara lahir dan batin. Merasakan buka puasa memberi makna bahwa manusia sangat butuh dan dahaga dengan pemberian Allah, karena manusia tak bisa apa-apa sejatinya.

Karena besarnya pahala saat buka puasa, ada 6 hal sunnah yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pahala puasa seseorang.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

1. Sunah menyegerakan berbuka ketika telah yakin masuk Waktu Maghrib.

Nabi SAW bersabda :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka
(HR. Bukhari-Muslim)

Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:

أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Sesungguhnya hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling segera berbuka.
(HR. Ahmad dan Turmudzi)

Jika ia masih ragu masuknya waktu Maghrib, maka tidak sunah menyegerakan berbuka, bahkan haram hukumnya ia berbuka dalam keadaan ragu tersebut.

2. Berbuka dengan Ruthob (kurma basah).

Disunahkan berbuka dengan Ruthob , jika tidak ada maka dengan kurma kering (kurma yang biasa ada di pasaran), jika tidak ada maka dengan air.

Sahabat Anas Ra mengatakan :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Rasulullah SAW berbuka sebelum melaksanakan shalat dengan beberapa butir Ruthob (kurma basah), jika tidak ada maka beberapa butir tamr (kurma kering) dan jika tidak ada maka dengan beberapa hirup air. (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Nabi SAW juga bersabda :

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالْمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُورٌ

Jika salah satu dari kalian berbuka, berbukalah dengan kurma karena itu adalah berkah. Jika tidak mendapatkan kurma berbukalah dengan air sebab itu adalah suci dan mensucikan.
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

3. Memperhatikan makanan berbukanya agar benar-benar berasal dari yang halal.

Sebagian orang shaleh mengatakan :
“Jika kamu berpuasa maka perhatikan makanan berbukamu, karena makanan haram adalah racun yang membinasakan agama.”

Nabi SAW bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى طَعَامٍ، وَشَرَابٍ مِنْ حَلالٍ، صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلائِكَةُ فِي سَاعَاتِ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَصَلَّى جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ” .

Siapa yang menyediakan makanan berbuka bagi yang berpuasa dengan makanan dan minumam yang halal, maka malaikat akan bershalawat kepadanya di setiap saat pada bulan Ramadhan, dan Malaikat Jibril akan bershalawat kepadanya pada malam lailatul qodar.
(HR. Thabrani)

Dalam riwayat lain dikatakan :

Dan malaikat jibril akan bermushofahah (menyalaminya) pada malam lailatul qodar.

4. Disunahkan berdoa ketika berbuka.

Karena doa ketika berbuka adalah doa yang diijabahi.
Rasulullah SAW bersabda :

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya : Imam yang adil, Orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang dizalimi
(HR. Ahmad dan Turmudzi)

Dengan doa apa saja maka ia mendapatan kesunahan, tapi yang utama hendaklah ia berdoa dengan doa yang datang dari Nabi SAW.

Di antaranya :

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahalanya insya Allah Taala.
(HR. Abu Dawud dan Nasai)

Baca Juga >  Kisah Puasa Para Wali Allah yang Menggetarkan Hati

Dan :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizki dari-Mu aku berbuka
(HR. Abu Dawud)

Dan :

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Segala puji bagi Allah yang menolong aku sehingga aku dapat berpuasa, dan memberiku rizki sehingga aku dapat berbuka.
(HR. Ibnu Sunni)

Dan :

إِذَا أَفْطَرَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu agar Engau mengampuni Aku. (HR. Ibnu Majah)

Itulah no 4 dari 6 Hal Sunnah Saat Berbuka Puasa.

5. Memberi makanan berbuka bagi yang berpuasa.

Sunah menyediakan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa. Sahabat Zaid bin Khalid al Juhani RA meriwayatkan sabda Nabi SAW :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya.
(HR. Turmudzi dan Nasai)

Para ulama mengatakan, pahala ini didapatkan walaupun dengan hanya memberikan makanan yang sedikit untuk orang yang berpuasa, namun lebih sempurna lagi jika ia memberikan makanan yang dapat mengenyangkannya.

Di dalam hadits dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِماً كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ » ، قَالُوا : لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ، فَقَالَ : « يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِماً عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ شُرْبَةِ مَاءٍ ، أَوْ مِذْقَةِ لَبَنٍ

“Siapa yang menyediakan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, maka itu adalah penghapus dosanya, dapat memerdekakannya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya.”

Para sahabat bertanya, “Tidak semua dari kita mampu memberikan makanan untuk orang yang berpuasa.”

Maka Nabi SAW bersabda :
“Allah memberikan pahala ini bagi orang yang menyediakan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa walau pun hanya dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sehisap susu.”
(HR. Ibnu Khuzaimah)

Usahakan dengan sungguh-sungguh agar niatnya dalam memberi makanan itu adalah untuk mengikuti sunah Nabi SAW, dan mendapatkan pahala bukan sekedar adat yang berlangsung setiap tahun.

6. Disunahkan bagi yang berbuka di rumah, atau tempat orang lain, untuk mendoakan pemilik rumah.

Doakan dengan doa yang datang dalam hadits Nabi SAW.
Nabi SAW pernah berbuka di kediaman Sahabat Saad bin Ubadah RA, maka Nabi SAW berdoa :

أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ

Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian, dan semoga malaikat bershalawat kepada kalian. (HR. Abu Dawud)

Demikian 6 hal sunnah saat berbuka puasa, semoga bermanfaat.

Penulis: Maryam Agil.

*Berikut ini kisah seorang nenek yang cinta dengan Al-Quran, silahkan buka Bangkit TV.