Bagaimana sejarah khilafah yang sering dijadikan legitimasi historis?
Dulu ada khilafah karena umat Islam menang teknologi militer. Sampai Barat mengatakan Islam disebarkan dengan pedang, karena memang tidak pernah kalah dalam adu tanding teknologi militernya.Ini yang banyak dilupakan umat Islam. Misalnya, Salman Al Farisi dalam perang Khandaq membuat parit. Rasulullah meminta pasukannya untuk tidak meninggalkan bukit. Semua ini bagian dari strategi militer. Jadi, khalifah/khilafah itu bisa berdiri karena menang tanding-menang perang.Syaratnya tidak ada agama, tapi “nama” dan menang tanding.
Taqiyyuddin An Nabhani mengatakan penyebab kehacuran dunia Islam karena khilafah dibubarkan. Itu benar untuk Palestina, karena sudah masuk ke khilafah Islamiyah sejak zaman Umar bin Khatab, sampai nanti Turki kalah dalam Perang Dunia I (1914-1918). Dalam periode itu, tahun 1916, Sultan Turki mengirim bala bantuan untuk menyelamatkan Palestina dari serangan Inggris. Tetapi, upaya itu gagal setelah pasukan mereka disabotase olehorang-orang Arab Muslim, Al Ikhwan, yang menggelorakan kembali kepada al Qur’an dan Hadis, hingga akhirnya tahun 1917 Palestina jatuh setelah sekian lama di bawah kekhilafahan Islam.
Karena kalah, Palestina dikuasi oleh Inggris dan Perancis, kemudian diberikan kepada Israel sampai sekarang tidak boleh merdeka. Dari dulu sebenarnya sudah tidak ada istilah khalafah. Nama khalifah dipakai oleh Sultan Abdul Aziz I setelah kalah melawan Rusia tahun 1774. Khalifah itu hanya simbol, karena yang menjadi panglima perang adalah sultan/amir. Penakluk Konstantinopel tahun 1453 itu sultan, bukan khalifah. Nah, ketika Turki menguasai dunia atau The only one Muslim super power, Indonesia terjajah.
Tahun 1492 Andalusia jatuh, tetapi orang-orang Spanyol-Portugis menjadi penakluk samudra, menemukan Amerika. Portugis merebut Malaka (1511), Ternate (1512) sampai 1945, ke mana khalifah saat itu? Kenapa kita sekarang disuruh memikirkan khilafah? Indonesia sangat jauh dari pusat kekuasaan (khilafah). Mempertahankan kekhilafahan Turki sebagai kekuatan dunia yang dihantam kanan dan kiri saat itu lebih diutamakan dari pada menolong orang Indonesia.Jadi, kalau membuat khilafah, kita membuang pengorbanan sejarah yang sekian lama itu. Indonesia terjajah 434 tahun, tetapi punya perestasi yang tidak tertandingi dalam sejarah dunia.
Pertama, Islam agama baru tetapi menjadi mayoritas. Kedua, Turki terpecah, khilafah bubar, Palestina tidak bisa merdeka. Semua negara Islam kalah dalam Perang Dunia I dan II, pecah menjadi kecil-kecil, Indonesia justru bisa menjadi besar dari yang kecil-kecil.
Sebenarnya apa makna khalifah itu?
Jadi salah satu makna khalifah (isim fa’il), orang yang bisa mengelola khilaf dan ikhtilaf. Kalau tidak bisa namanya khalaf, tempatnya di belakang. Indonesia tidak butuh khilafah sebagai sistem politik, tetepi butuh mencatak sebanyak khalifah dalam sebanyak bidang. Jadi khalifah itu maksudnya manusia unggulan. Orang yang memenuhi kualifikasi untuk bidangnya sendiri. Bahasa lainnya profesional dan proporsional. Maka, kita harus mengoptimalkan republik ini dengan cara mencatak sebanyak khalifah dalam sebanyak bidang.
Misalnya kalau ingin menyelamatkan Kementerian Kehakiman, cetaklah sarjana hukum (SH), kalau ingin menyelamatkan kesehatan, dirikanlah Fakultas Kedokteran, cetaklah dokter (dr). “Kullukum ra’in wa kullu ra’ in mas’ulun ‘an ra’iyyatihi”, ini maksudnya. Jadi, khalifah itu adalah orang yang memiliki syarat (nama) dalam bidangnya. Dalam al-Qur’an tidak ada istilah khilafah yang merujuk ke sistem politik, yang ada khalifah. Surat al An’am (165); Wahuwa alladzii ja’alakum khalaa-ifa al-ardhi….inna rabbaka sarii’u al’iqaabi….”. Apa hubungannya khalaa if denganal’iqaab?
Lembaga politik khilafah adalah lembaga yang paling dekat dengan neraka, itu kesimpulannya. Mengapa, karena manusia selalu berkhianat. Penghianatan yang paling besar itu ada di depan (pemimpin/khalifah). Selain “nama”, juga menang tanding. Menang tanding dalam konteks sekarang bisa promosi atasan kepada bawahan, aklamasi, one man one vote, atau kalau dalam keadaan buruk, yaitu perang.Indonesia adalah negara terbaik di dunia Islam hari ini. Umat Islam Indonesia adalah umat Islam yang paling beruntung yang hidup di negara nasional. Coba bandingkan dengan negara-negara lain? (Jk/Nr)