Yasinan

Yasinan Malam Jum’at, Amaliyah yang Dibid’ahkan?

Posted on

Yasinan Malam Jum’at ajaran Kyai
Baca Surat Al Kahfi ajaran Nabi.
Pilih Bid’ah apa Sunnah

Ini seruan yang provokatif kembali disebarluaskan melalui media sosial. Isinya tentang anjuran membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat. Selain itu, juga menyatakan membaca surat Yasin bukan ajaran Nabi SAW. Tetapi ajaran para kiai di Indonesia. Tak jarang ditemukan seruan yang menyatakan, “Jadi, anda milih ikutin perintah siapa?” ikut Nabi apa ikut Kyai?

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

“Pilih melakukan sunnah, atau bid’ah?”

Sehingga amaliah baca surat Yasin di malam Jum’ah sebagai amaliah yang dibid’ahkan.

Sayang sekali jika kemuliaan malam Jumat dicemari dengan seruan dan kampanye yang tidak didasari ilmu dan akhlak. Seruan tersebut sepertinya berusaha membenturkan “kiai” dengan “nabi”.
Seakan para kiai adalah orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Nabi SAW. Ini fitnah yang sangat keji. Karena sejatinya, pada umumnya kiai-kiai di Indonesia adalah orang senantiasa mendidik, menuntun dan mengayomi umat sesuai ajaran Islam. Slogan semacam itu merupakan upaya membuat umat jauh dari ulama.

Ada beberapa pertanyaa, Apakah Rasulullah SAW tidak mengajarkan membaca surat Yasin? Apakah haram membaca surat Yasin pada malam Jumat? Apakah yang dianjurkan hanya membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat?

Umat muslim di Indonesia memang lebih akrab membaca surat Yasin di malam Jumat ketimbang membaca surat al-Kahfi. Surat Yasin sudah mandarah daging di tengah masyarakat muslim. Namun akhir-akhir ini terdapat sebagian orang yang menganggap bahwa membaca surat Yasin di malam Jumat tidak memiliki dasar sama sekali dalam agama. Mereka menganggap bahwa di malam Jumat, Rasulullah SAW hanya menganjurkan membaca surat al-Kahfi saja, berdasarkan hadits Nabi SAW:

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, cahaya akan meneranginya di antara dua Jumat. (HR. Al-Hakim).

Dari hadits ini memang ketika malam Jumat dianjurkan untuk membaca al-Kahfi. Tetapi apakah dalam hadits tersebut terdapat larangan membaca surat Yasin? Tentu tidak ada. Bahkan, terdapat riwayat hadits yang menyebutkan anjuran membaca Yasin pada malam Jum’at.

Terdapat beberapa riwayat mengenai keutamaan membaca surat Yasin. Di antaranya riwayat Ibnu Hibban dari sahabat Jundub,

Baca Juga >  Amalan 10 Hari yang Awal dari Bulan Dzulhijjah

عَنْ جُنْدُبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ»

Dari Jundub, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada suatu malam karena mengharap keridhaan Allah maka ia akan diampuni pada malam itu. (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya).

Dalam hadits ini djelaskan bahwa membaca Yasin pada waktu malam memiliki keutamaan. Yaitu diampuni dosa-dosa orang yang membacanya. Hal ini dengan syarat, niatnya adalah untuk mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla. Keterangan tentang keutamaan membaca Yasin pada malam Jumat disebutkan oleh Imam Al-Qurtubi, seorang ahli hukum bermazhab Maliki dan juga ahli tafsir terkemuka, dalam kitab tafsirnya, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an.
Beliau mengatakan,

وَذَكَرَ الثَّعْلَبِي عَنْ أَبِي هُريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له)

Al-Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam Jumat, maka dia akan masuk pagi dalam keadaan diampuni dosanya.”  (Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran Li Al-Qurtubi, III/15)

Dari hadits diatas, kita dapat mengetahui bahwa membaca surat Yasin juga memiliki keutamaan begitu besar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar membaca surat Yasin setiap malam. Karena itu, seandainya tidak mampu membacanya setiap malam, seseorang boleh membacanya pada malam Jum’at. Di sini, baik yang membaca surat Yasin maupun al-Kahfi, keduanya sama-sama mengharapkan ridha dari Allah SWT. Keduanya berpahala dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Tidak perlu dipertentangkan seakan-akan membaca Al-Kahfi adalah ajaran Nabi SAW, dan membaca Yasin hanya sekadar ajaran kiai. Sungguh membaca Yasin dan Al-Kahfi keduanya sama-sama bersumber dan ajaran dari Nabi SAW.
Wallahu a’lam.

Semoga Bermanfa’at
Amiinn Yaa Robbal ‘Alamin.