Mazhab Syeikh Abdul Qodir Al-Jilany Memilih Mazhab Hanbali

syeikh abdul qodir

Mazhab Syeikh Abdul Qodir Al-Jilany Memilih Mazhab Hanbali.

Para ulama’ menuturkan, bahwa Imam Abu Hanifah RA (pendiri mazhab Hanafiyah) telah bertemu dengan Syeikh Abdul Qodir Al-Jilani secara ruh, dan berkata:

“Wahai Syeikh Abdul Qodir al-Jilani, rajanya para Waliyulloh. Apa sebabnya engkau memilih Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hanbali)?”

“Kenapa engkau tidak memilih Mazhabku (Madzhab Hanafi)? Padahal aku termasuk murid kakekmu, yakni Imam Ja’far Shodiq RA.”

imam ahmad bin hanbal

Syeikh Abdul Qodir menjawab:

“Aku memilih Mazhabnya Imam Hanbali karena ada dua sebab: Pertama, karena Mazhab Imam Ahman bin Hanbal sedikit pengikutnya. Kedua, karena Imam Ahman bin Hanbal adalah seorang yang miskin. Akupun orang yang miskin, dan kakekku Rasulullah SAW juga memohon kepada Allah Swt untuk dihidupkan, dimatikan dan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang miskin.”

“Atas dua sebab itulah aku memilih Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal di dalam bersyariat.”

Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

(Referensi: Kitab Nurul Burhani: 36 dan kitab Tafrikhul Khothir: 40)

Penulis: Syarifah Azizah Alattas

Sebagai tambahan kami sertakan pula pembahasan unik terkait

Doa Syekh Abdul Qodir Meruntuhkan Ilmu Perampok

As Siraj meriwayatkan bahwa pada suatu hari dalam tahun 521 H, Syekh Abu Hassan Bin Tamim Bin Ahmad Al Baghdadi, seorang pedagang, telah menemui Syekh Hammad Ad Dabbas, seraya mengatakan bahwa ia telah menyiapkan suatu kafilah untuk membawa barang dagangan ke Syam, seharga 700 dinar.

Syekh Hammad menegaskan : “Jika mengadakan perjalanan dalam tahun ini, niscaya anda akan mati terbunuh dan barang-barang daganganmu habis dirampok orang.”

Syekh Abu Muzhaffar gusar mendengarnya, Ia pun segera menemui Syekh Abdul Qadir Jailani, memberitahu halnya. Waktu itu Syekh Abdul Qadir masih muda remaja.

Abdul Qadir berkata: “Berangkatlah, insyaallah anda dalam keadaan selamat dan pulang nanti akan memperoleh keuntungan.”

Abu Muzahaffar pun berangkat dan ternyata dagangannya laris dan laku dengan nilai 1000 dinar. Beruntung tiga ratus dinar.

Pada suatu hari Abu Muzhaffar singgah di sebuah tempat pemerahan susu, untuk sesuatu urusan. Dia terlupa, uang yang 1000 dinar itu tertinggal di situ, terletak di atas sebuah rak. Setelah pulang, ia pun tidur beristirahat dan bermimpi beberapa orang Arab dalam satu kafilah, mengeroyoknya dan menganiayanya dengan lembing.

Ketika tersentak, masih terasa sakitnya dan bekas darah jelas kelihatan di lehernya. Waktu itu dia teringat kepada uang 1000 dinar yang tertinggal tadi, lalu dicarinya kembali. Ternyata uang itu didapatinya dalam keadaan utuh, tiada kurang satu sen pun. Sesudah peristiwa itu, ia pun pulang ke Baghdad.

Dalam perjalanan hatinya berkata: “lebih baik berjumpa dahulu dengan Syekh Hammad, kerana dia lebih tua, sedang Abdul Qadir masih muda walaupun ucapannya benar.”

la pun lalu menuju ke pekan, untuk menemuinya. Setelah berjumpa, Syekh Hammad menyuruhnya supaya lebih dulu menemui Abdul Qadir, karena dia adalah orang yang dikasihi Allah SWT dan telah mendoakannya sebanyak 17 kali, sehingga berkat doanya, ia telah diselamatkan Allah SWT dari pembunuhan. Mendengar petunjuk itu, ia pun pergi menemui Abdul Qadir.

Dan setelah bertemu, Abdul Qadir lebih dahulu berkata: “Menurut Syekh Hammad 17 kali, tetapi sebenarnya aku mendoakanmu 17 kali dan 17 kali, sampai apa yang anda alami itu terjadi.”

Demikian Doa Syekh Abdul Qodir Meruntuhkan Ilmu Perampok, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Penulis: Suluk Matan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. dibaca serius2 ternyata dari mimpi.
    hadeeew…..

    indonesia kebanyakan mengaku madzhab imam syafii, tapi sering menyebut2 syekh abdl Qadir Jilani yang bermadzhab hanbali.
    gak konsisten…

  2. Kenapa ada juga yang menerangkan bahwa beliau mzdhab imam Hanafi
    ,Dan saya pernah baca sedikit salah satu kitab karyanya bahwa beliau madzhab imam Syafi’i,
    Hehe gimana ya??
    Kalau bat saya Muhammad’ali itu buat apa diper sebarkan yang namanya para wali pasti yang di ambilnya adalah Al-Qur’an dan hadist yang sohih, Sunnah,karena tidak akan terbuka ma’ripat kepada Alloh SWT (إحسان) kalau tidak melalui Baginda Rasulullah Saw.(Aqidah dan syari’at yang benar dan sebenarnya.) DLL apalagi di saat akhir zaman sekarang ini,,,..