Sejarah dan Keutamaan Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah

Larangan Memotong Kuku dan Rambut Bersifat Makruh, bukan Haram

Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas RA dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW,  bahwasanya Beliau bersabda:

HARI PERTAMA (2 Agustus 2019)

Pada hari diampuninya Kanjeng Nabi Adam AS adalah Hari Pertama pada bulan Dzulhijjah.

Barangsiapa yang berpuasa puasa pada Hari ini,  maka akan diampuninya seluruh dosa-dosanya.

HARI KEDUA (3 Agustus 2019)

Adapun hari kedua Dzulhijjah ialah hari dikabulkannya doa Kanjeng Nabi Yunus AS, maka dikeluarkanlah Beliau dari perut ikan Hud.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka seakan-akan sebagaimana beribadah kepada Gusti Allah Ta’ala selama satu tahun tanpa berbuat maksiat (menentang)  Gusti Allah dalam ibadahnya itu walau sekejap matapun.

HARI KETIGA (4 Agustus 2019)

Adapun pada hari ketiga Dzulhijjah,  adalah hari dimana Gusti Allah mengabulkan doa Kanjeng Nabi Zakaria AS.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka akan dikabulkan doanya oleh Gusti Allah.

HARI KEEMPAT (5 Agustus 2019)

adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Kanjeng Nabi Isa AS.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan menghindarkan segala marabahaya dan kefakirannya.  Maka ia di hari kiamat kelak akan dikumpulkan bersama golongan orang-orang baik lagi mulia.

HARI KELIMA (6 Agustus 2019)

Adapun pada hari kelima Dzulhijjah adalah hari dimana Kanjeng Nabi Musa AS dilahirkan.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ini akan dibersihkan (dihindarkan) dari kemunafikan ataupun dari siksa kubur.

HARI KEENAM (7 Agustus 2019)

Adapun hari keenam Dzulhijjah adalah hari dimana Gusti Allah membukakan pintu kebaikan kepada NabiNya (Kanjeng Nabi Muhammad SAW).

Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan memandangnya dengan pandangan kasih sayang, karena itu tidak akan disiksa selama-lamanya.

HARI KETUJUH (8 Agustus 2019)

Adapun hari ketujuh Dzulhijjah adalah hari dimana Gusti Allah mengunci pintu-pintu neraka Jahanam, dan tidak akan dibuka sehingga berlalunya hari kesepuluh.

Barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka oleh Gusti Allah Ta’ala akan dikunci (dihindarkan)  dari 30 pintu kesulitan (rintangan), dan akan dibukakan 30 pintu kemudahan.

HARI KEDELAPAN (9 Agustus 2019)

Adapun hari ke delapan Dzulhijjah disebut juga sebagai HARI TARWIYAH.

Barang siapa yang yang berpuasa pada hari ini akan diberi pahala yang nilai/derajat/kemuliaannya tidak mampu diketahui siapapun kecuali Gusti Allah Ta’ala.

HARI KESEMBILAN (10 Agustus 2019)

Adapun hari kesembilan Dzulhijjah adalah HARI ‘AROFAH.

barang siapa yang berpuasa pada hari ini akan diampuni dosa/kesalahannya setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.

Dan hari Arofah adalah hari diwahyukannya ayat ” Hari ini telah kusempurnakan agamamu dan telah kucukupkan nikmatKu padamu… ” (QS Al Maidah : 2)

Kitab Durrotun Nashihin, hal. 267 diterjemahkan dengan penyesuaian redaksi oleh Shuniyya Ruhama

Semoga Gusti Allah memberikan rahmatNya untuk kita semua …

Penulis: Shuniyya Ruhama, Fatayat NU Kendal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *