Genealogi Tasawuf Imam Al-Ghazali di Nusantara. Melalui Ihya Ulumiddin, Imam Al Ghazali merumuskan sikap: apabila bertasawuf harus disertai dengan pemahaman fiqih yang kuat. Sebaliknya, yang berfiqh juga Lanjut membaca →
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Jam’iyyah diniyah adalah wadah bagi para ulama dan pengikut-pengikutnya yang didirikan pada 16 Rojab 1344H/31 Januari 1926M. Nahdlatul Ulama merupakan gerakan keagamaan yang Lanjut membaca →
Berita Terkait
Headlines
Kategori: Kajian
Tafsir Ayat 34 Surat An-Nisa tentang Kepemimpinan Laki-laki
Tafsir Ayat 34 Surat An-Nisa tentang Kepemimpinan Laki-laki. Di Indonesia laki-laki menikmati sebagai pemimpin dan pemegang kekuasaan peran publik. Posisi ini sulit digeser karena dibentengi oleh budaya Lanjut membaca →
Gus Dur Ubah Nama Irian Menjadi Papua
Gus Dur Ubah Nama Irian Menjadi Papua. Sosok KH Abdurrahman Wahid tidak bisa dilepaskan perannya dalam memberikan spirit kemanusiaan di tanah Papua dari segala bentuk diskriminasi, marjinalisasi, Lanjut membaca →
Kedudukan Murid dan Guru dalam Islam
Kedudukan Murid dan Guru dalam Islam. ILMU, GURU DAN MURID adalah tiga hal yang saling terkait. Ketiganya merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. Ada guru jika ada murid. Lanjut membaca →
Nasionalisme Bertentangan dengan Islam, Benarkah?
Nasionalisme Bertentangan dengan Islam, Benarkah? Oleh: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA. (Doktor Tafsir Universitas Al-Azhar Kairo dengan Predikat Mumtaaz ma’a martabah al-syarf al-ula-Summa Cum Laude/Pendiri Pusat Lanjut membaca →
Makna Penting Ulumul Quran Sebagai Dasar Berinteraksi dengan Alquran
Makna Penting Ulumul Quran Sebagai Dasar Berinteraksi dengan Alquran. Oleh: Abdul Jalil, MA., Al-Hafidz, Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pengurus Asosiasi Ilmu Lanjut membaca →
Pandangan Mbah Maimoen Zubair tentang Ngaji Kitab Ihya’ Ulumiddin
Pandangan Mbah Maimoen Zubair tentang Ngaji Kitab Ihya’ Ulumiddin. Di beberapa pesantren, khataman pengajian Ihya’ dimeriahkan dengan berbagai acara, seperti pengajian umum, tahlil dan sebagainya. Mengomentari fenomena Lanjut membaca →
Imam Al-Ghazali Membedah Ibnu Sina
Imam Al-Ghazali Membedah Ibnu Sina. Membaca Tahafut lebih mudah dibanding membaca Ilahiyyat-nya Ibn Sina dalam Asy-Syifa’. Kitab logika dari al-Ghazali (baik Maqashid maupun Mi’yar) juga lebih enak Lanjut membaca →
Kerancuan Filsafat Menurut Imam Al-Ghazali
Kerancuan Filsafat Menurut Imam Al-Ghazali. Apakah al-Ghazali menolak filsafat, atau lebih persisnya filsafat Aristoteles? Tidak. Ini akan tampak bila kita menyeksamai isi karya-karyanya yang bersinggungan dengan filsafat. Lanjut membaca →











