Ibadah haji berpengaruh pada etos ekonomi dan budaya di kalangan muslim Sasak di Tanah Merah, Lombok.
Temuan ini terangkum dalam penelitian berjudul Struggle for Identity and Social Image of Haji: Study on Life History of Social Construction of Haji in Sasak Community, Lombok, NTB karya Moh. Soehadha. Penelitian yang publish pada 2017 itu bisa kita akses dalam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 18, Nomor 1.
Haji menjadi daya tarik yang menyedot cita-cita, ambisi, dan fokus hidup banyak individu muslim Sasak di Tanah Merah, Lombok. Haji menjadi model dari identitas individu yang ideal dengan citra positif yang melekat padanya, dan masyarakat menyebutnya sebagai tuan haji.
Secara sosiologis, pergulatan identitas dan upaya membangun citra diri para tuan haji memberi pemahaman tentang relasi dan jarak antara doktrin agama sebagai model for reality dari ajaran Islam. Implementasi doktrin itu dalam praksis sosial sebagai model of reality dari Clifford Geertz.
“Analisis sosiologi dalam studi ini menggunakan dua konsep teoritis kunci, yaitu konsep tentang identitas sosial dan citra Pierre Bourdieu melalui konsep habitus, serta konsep citra diri menurut Jean Baudrillard,” tulis dalam laporan tersebut.
Dari studi ini dapat dirumuskan sebuah thesis yang berisi asumsi, bahwa di dalam Islam terdapat ajaran yang menumbuhkan etos ekonomi para penganutnya. Ajaran itu antara lain terkandung dalam kewajiban haji.
“Tradisi dan kultur keagamaan lokal telah menguatkan etos orang-orang Sasak di Tanah Merah untuk meraih akses terhadap modal sosial yang ada di dalam kelas sosial yang begitu dicita-citakan,” tulisnya.
Kenyataan itu menunjukkan bahwa kolaborasi antara ajaran agama dan nilai kultural menjadi kekuatan penting dalam perkembangan suatu agama, dan bagaimana agama itu kemudian berpengaruh menyebar ke setiap sudut unsur budaya yang ada di wilayah di mana komunitas itu berada.
“Agama bersama tradisi atau lokalitas telah memberi landasan bagi muslim Sasak di Tanah Merah untuk meraih gengsi dan status sosial dalam dunia sosial orang Lombok di Tanah Merah, melalui haji,” tulis dalam laporan.
–
Penulis: Antariksa Bumiswara