Makna dan Hakekat Dzikir La Ilaha Illa Allah

Makna dan Hakekat Dzikir La Ilaha Illa Allah

Posted on

Alhamdulillah pernah mendapat penjelasan langsung tentang beberapa macam peringkat dzikir dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. (Ketua Umum PBNU) dan beliau kirim kembali kepada saya melalui WA pada pukul 05:58 hari Senin ini, 30/3/2020, sebagai berikut:

Ketika kita dzikir–misalkan–mengucapkan kalimah “لا إله إلا الله (La ilaha Illa Allah)” dengan tujuan kita memohon rahmat-Nya, memohon rizqi-Nya, memohon kesehatan, memohon kemudahan dalam menghadapi problem, itu namanya ذكر الأسماء (dzikr al-asma’).

NU Care LazisNU Jogja KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ketika kita mengucapkan kalimah ” لا إله إلا الله (La ilaha Illallah)” dengan mendekatkan diri kepada kekuasaan-Nya, kehendak-Nya, pendengaran-Nya, penglihatan-Nya, ilmu-Nya, itu namanya ذكر الصفات (dzikir al-shifat).

Ketika kita mengucapkan لا إله إلا الله (Lailaha Illallah) dengan khusyu’ dibarengi dengan berdetaknya jantung dan tarikan napas dan tidak minta apa-apa, jangankan rizki, pangkat, sehat, bahkan rahmat-Nya, tidak minta surga-Nya, tidak minta ampunan-Nya, pokoknya tidak terlintas dalam benak kita apa-apa selain Dzat-Nya, itu namanya ذكر الذات (dzikir al-Dzat).

Baca Juga >  Ziaroh Kubur di Bulan Sya’ban

Yang pertama namanya تعبد (ta’abbud), yang kedua disebut تقرب (taqarrub), sedangkan yang terakhir namanya تحقق (tahaqquq) atau تجريد طلب الحقيقة مع الجمع والوحدة (tajrid tholab al-haqiqah ma’a al-jam’i wa al-wihdah) disini kita bisa merasakan حلوة الإيمان (halawatul iman/rasa manis keimanan).

Penulis: KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU.