LBM PWNU DIY
Syariah

LBM PWNU DIY: Indonesia Wajib Memiliki Energi Nuklir

Memikirkan Negara 40 tahun mendatang. Menurut penelitian ketersediaan Gas Alam akan habis pada tahun 2029 dan Batubara akan habis di tahun 2046. Itu artinya ketersediaan listrik di Indonesia terancam menipis. Berbagai solusi harus dicari mulai Tenaga Surya, Tenaga Air, dan juga peluang dibukanya Listrik Tenaga Nuklir.

Islam memandang bahwa seluruh yang ada di muka bumi ini diperuntukkan untuk kebutuhan manusia. Allah lebih memilih Nabi Adam a.s. (manusia) untuk mengatur bumi karena manusia dibekali dengan ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan manusia dituntut mengelola apa-apa yang ada di bumi dengan baik untuk kelangsungan kehidupan manusia.

Energi nuklir hingga saat ini masih menuai pro dan kontra, terlepas dari itu semua, tidak bisa dipungkiri energi yang satu ini menempati strata tertinggi diantara semua energi yang ada. Disamping itu, nuklir adalah simbol kekuatan dan kemajuan sebuah negara.

Matahari yang menjadi sumber kehidupan dan sumber energi kita dan planet bumi ini dan semua bintang yang ada di seluruh alam semesta ini adalah dapur reaksi nuklir juga, energinya, panasnya yang kita dapatkan dan nikmati dari matahari adalah hasil dari reaksi fusi nuklir yang terjadi di dalam inti nya.

Apakah Indonesia yang mayoritas Muslim terbesar di dunia mampu memiliki PLTN layaknya negara-negara maju itu?

LBM PWNU DIY memandang bahwa jika hasil penelitian memang membuktikan bahwa sumber daya alam di Indonesia semakin menipis, dan tidak ada sumber energi lain selain nuklir, maka keberadaan PLTN menjadi perlu diciptakan, bahkan WAJIB jika memang benar-benar tidak ada sumber energi lain. Tentunya harus dilakukan dengan sangat ketat dan berbagai uji kelayakan sebelum dioperasikan. Selain itu, limbah dari nuklir harus bisa didaur ulang (recycle) sebagaimana yang terjadi di Prancis. 

Namun jika kondisi belum memungkinkan dalam segi savety-nya, maka PLTN harus ditunda. Hal ini berdasarkan kaidah:

درء المفاسد مقادم على جلب المصالح

Dampak negatif harus lebih dahulu diperhatikan dari pada keuntungan PLTN itu sendiri. 

Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak boleh menyerah dengan resiko, harus diupayakan usaha-usaha untuk meminimalisir resiko radiasi nuklir tersebut. Indonesua harus bisa seperti Prancis dan India yang memiliki PLTN terbesar di dunia, bahkan di Prancis 75% kebutuhan listrik dicukupi oleh PLTN. Karena kemajuan Indonesia, akan menjadi representasi kemajuan Islam dunia.

(KH Fajar Abdul Bashir, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DIY)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement