Kisruh Politik Global: Sentimen Agama Targetkan Kekacauan Indonesia (05-habis)

ansor kecam dubes saudi

Kembali fokus ke Indonesia: Pintu masuknya kepentingan Barat ke Indonesia adalah gerakan-gerakan Wahabi yang disokong Saudi yang berbungkus ajaran, kegiatan, dan gerakan keagamaan.

Dengan cara memantik sentimen agama oleh kaum ekstrimis dan radikalis tersebut diharapkan akan muncul kekacauan umat Islam di Indonesia. Sebab dengan cara ini akan lebih mudah dan lebih murah biayanya.

Kenapa murah? Sebab cara ini lebih efektif dilakukan karena orang-orang bodoh agama dan orang-orang ekstrimis-fanatis dalam agama akan lebih mudah dipancing emosinya.

Tujuan emosi orang bodoh disulut adalah agar terjadi kekacauan.

Kenapa harus terjadi kekacauan terlebih dahulu? Alasannya agar Barat melalui Amerika yang mengklaim sebagai polisi dunia mudah masuk dan mendapat pembenaran serta dukungan global.

Ketika USA dan sekutu sudah dapat masuk ke dalam sebuah negara yang sedang kacau, saat itulah misi Barat dilancarkan.

Misi Barat yang dimaksud adalah Barat akan mudah menguasai aset-aset strategis dan aset-aset energi sebuah negara tanpa harus investasi (mengeluarkan) modal.

Lagi-lagi hal ini sesusi dengan strategi dan motto imperialisme: RAMPOKLAH RUMAH YANG SEDANG TERBAKAR!

Kenapa tanpa modal? Karena Barat merasa (mengklaim) telah berjasa membantu mengamankan sebuah teritorial dan negara.

Sehingga negara yang dipimpin oleh orang-orang bodoh dan orang-orang oportunis akan merasa berterimakasih kepada Barat yang sejatinya penipu tersebut.

Biasanya mereka minta kompensasi penguasaan aset strategis untuk membiayai kegiatan mendominasi dunia/global melalui pangkalan-pangkalan militernya di seluruh dunia.

Khusunya di Indonesia, hal itu sudah terjadi sejak era Suharto yang menyerahkan aset strategis di Indonesia sebagai kompensasi (ucapan terimakasih) karena Barat yang telah membantunya menjadi presiden dan merasa terima kasih karena Barat telah dianggap melindungi sebuah negara seperti Indonesia saat itu.

Sayangnya, kaum oportunis tersebut selalu melahirkan generasinya. Sehingga kaum oportunis yang lahir di era sekarang pemikirannya tetap sama, yakni berharap bahwa fakta sejarah kelam tersebut dapat kembali terjadi saat ini agar mereka dapat mengambil keuntungan dari kekacauan yang timbul.

Usaha yang bisa mereka lakukan adalah dengan cara memunculkan kekacauan melalui sentimen-sentimen agama.

Perhatikan saja golongan elit-elit politik mana yang lebih memiliki kedekatan akses komunikasi dengan Barat dan Saudi.

Kelompok elit mana yang mudah menggunakan isu-isu anti komunis yang diasosiasikan anti Rusia dan Cina untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Perhatikan saja kelompok elit mana yang mudah menggunakan gerakan-gerakan berbungkus agama untuk mendegradasi pihak yang anti Barat sebab ingin mengangkat martabat negara Indonesia yang mereka sangat cintai.

Indikatornya sangat mudah terlihat bagi para intelek namun sulit terbaca bagi mereka yang bodoh agama dan bodoh sejarah.

Lihat saja setiap ada aksi gerakan keagamaan, pasti ada donatur-donatur terselubung dari Barat dan dari kelompok-kelompok pro barat.

Dan ada donatur-donatur elit Orde Baru yang merupakan kepanjangan tangan kepentingan Barat untuk menjajah kembali Indonesia dengan cara menanamkan hegemoni militer dan ekonominya.

Dan perhatikan saja! Elit politik mana yang mendukung Australia untuk memindahkan kedubesnya di Jerusalem.

Banyuwangi, 04-12-2018

Ainur Rofiq Sayyid Ahmad
Penulis adalah;
1. Ketua Umum LDSI
2. Pengasuh Umum Jaringan Pondok Pesantren Sunni seluruh Indonesia
3. Penulis buku Menyoal Kehujjahan Hadits Bid’ah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *