gus baha' dan habib umar

Ini Doa yang Diijazahkan Mbah Hamid Pasuruan Kepada Ayahnya Gus Baha’

Posted on

Haul ke-30 Mbah Hamid Pasuran pada Rabu 6 November 2019 dihadiri lebih dari 30 ribu jama’ah dari berbagai penjuru Nusantara. Para kiai dan habaib juga datang dari berbagai daerah, seperti KH Miftachul Akhyar, Prof KH Said Aqil Siraj, KH Agus Ali Masyhuri, KH Dr Abdul Ghofur Maimoen Zubair, KH Idror Maimoen Zubair, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha’), dan lain sebagainya.

Acara yang sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu begitu riuh ramainya. Semua jama’ah begitu khusyu’ mengharapkan berkah dari majlis haul. Saat itulah, Gus Baha juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan mau’idzoh hasanah. Dalam maui’dzohnya, Gus Baha’ mengajak jama’ah untuk selalu menjaga perbuatan baik. Kalau selesai satu kebaikan segeralah niat untuk segera melakukan kebaikan berikutnya.

Selain itu, Gus Baha’ juga mengisahkan ayahnya (KH Nursalim) yang masih kerabat Mbah Hamid Pasuruan. Suatu hari, Kiai Nursalim mendapatkan ijazah cara niat dari Mbah Hamid.

“Bagaimana ijazahnya? Kalau mau ngaji, maka niatlah: “Saya niat seperti niatnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,” tegas Gus Baha’ menirukan perkataan ayahnya. Kiai Nursalim dulu memang sering sowan Mbah Hamid, bahkan juga sering diminta Mbah Hamid baca al-Qur’an.

Baca Juga >  Ini Ijazah Asma dari Habib Luthfi untuk Menarik Rizqi

Di Sarang sendiri, lanjut Gus Baha’, Mbah Maimoen juga mengajarkan niat dengan pola yang sama. Kenapa demikian nianya? Karena niat sendiri ada potensi yang tidak baik.

“Dari pada niat sendiri potensinya malah gak baik, maka lebih baik niat sebagaimana diajarkan Mbah Hamid itu,” tegas Gus Baha’.

Gus Baha’ juga mengisahkan bahwa dulu banyak orang dengan usia tua yang sowan Mbah Hamid malah diperintahkan untuk menghafalkan al-Qur’an.

“Kenapa demikian? Agar mereka selalu melekat kesehariannya dalam kebaikan. Ada yang dua tahun mati, empat tahun mati. Ada yang baru 4 juz mati, ada yang baru 9 juz mati. Mbah Hamid sebenarnya sudah tahu, kalau mereka tidak mungkin khatam. Tapi ya itu, agar mereka selalu lekat dengan kebaikan,” tambah Gus Baha’.