Cara Mengusap Sebagian Kepala Saat Wudlu bagi Perempuan Berambut Panjang

Cara Mengusap Sebagian Kepala Saat Wudlu bagi Perempuan Berambut Panjang

Posted on

Sampaikan pada saudarimu, bahwa mengusah kepala bagi wanita saat wudlu hukumnya sama seperti laki-laki. Adapun mengenai cara mengusap rambut bagi wanita terutama yang memiliki rambut panjang ini ada beberapa pandapat dari para imam-imam mujtahid:

Imam Syafi’i berpendapat bahwasanya mengusap kepala dimulai dari bagian muka kepalanya sampai pada tengkuknya. Berdasarkan hadits:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم توضا ، فلما بلغ مسح راسه وضع كفيه على مقدم راسه فامرهما حتي بلغ القفا ، ثم ردهما الى المكان الذي بدا منه

“Sesungguhnya Nabi saw mengusap kepala dengan kedua tangannya. Beliau menarik kearah belakang ke dua tangannya dan memulainya dari bagian muka kepalanya sampai pada tengkuknya, kemudian membalikkan kedua tangannya ketempat dimana beliau memulainya.” (HR. Safe’i).

Hadist ini kemudian diriwayatkan kembali oleh imam-imam hadist setelahnya Bukhari، Muslim, Abu Dawud dan lainya.

Beliau (Imam Syafi’i) juga membolehkan mengusap sebagian rambut saja. Akan tetapi, yang lebih afdhal adalah mengusap kepala dari bagian muka kepalanya sampai pada tengkuknya. Adapun bagi seorang wanita yang berambut panjang tidak perlu mengusap rambut sampai ujung rambutnya. Cukup sampai tengkuknya saja. Ada riwayat yang shahih Bahwa Nabi saw saat berpergian Beliau pernah mengusap kain penutup kepala dengan menyisakan rambut bagian jambul.

Tapi, boleh jadi ini merupakan keadaan “khusus”, maka bagi seorang muslimah ketika dalam keadaan safar dibolehkan mengusap ubun-ubun dan kerudungnya saja, tanpa harus membuka kerudungnya.

Menurut Imam Ahmad kewajiban mengusap kepala adalah secara keseluruhan akan tetapi usapan pada sebagian dari kepala sudah mencukupi.

Abu Hanifah berpendapat cukup dengan mengusap ¼ dari bagian kepala saja.

– Sedangkan Imam Malik berpendapat dengan mengusap seluruh bagian kepala. Akan tetapi, di dalam berwudlu terkadang Imam Malik mengusap seluruh kepalanya dan terkadang juga mengusap bagian atas dari sorbannya.

Baca Juga >  Hadits Sayyidah Aisyah dan Hukum Boneka

Dengan dalil hadits:

Dari Anas bin Malik ra beliau berkata,

رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم يتوضا وعليه عمامة قطرية فادخل يده من تحت العمامة , فمسح مقدم رأسه , ولم ينقض العمامة

“Aku pernah melihat Rasulullah saw berwudhu, sedang beliau memakai surban dari Qatar. Maka beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban untuk menyapu kepala bagian depan, tanpa melepas surban itu.”
(HR Abu Dawud).

Cara mengusap kepala/rambut ketika berwudlu bagi perempuan terutama yang memiliki rambut panjang itu sama seperti cara mengusap rambutnya seorang laki-laki ketika wudlu.

Sebagaimana telah kita ketahui di dalam “sirah nabawiyah” yang menceritakan tentang ciri-ciri bahwa Rasulullah memiliki rambut yang panjangnya sampai kepundak (gondrong rapih, terawat), dan cara beliau berwudlu sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat-riwayat di atas, maka bagi seorang perempuan yang memiliki rambut panjang tidak perlu mengusap rambutnya sampai ujung rambut, cukup sampai tengkuk saja.

Dan bagi seorang perempuan yang sedang safar/berada di tempat umum ketika hendak wudlu maka cukup baginya mengusap kerudung dan ubun-ubunnya saja tanpa harus membuka kerudungnya. Sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas.

Tidak perlu bingung dan mempersulit diri sendiri, karena Allah telah memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-Nya dalam syari’at Islam ini. Allah Ta’ala berfirman :

يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS al Baqarah: 185).
(Fathul Bari)

والله اعلم بالصواب

Penulis: Musa Muhammad.