menyentuh al-qur'an

Bolehkah Wanita Haid dan Nifas Menyentuh Al-Qur’an?

Sudah seharusnya dalam berinteraksi dengan kalamullah (Al-Qur’an) dilakukan dengan cara dan perlakuan yang mencerminkan keagungan dan kemuliaannya. Karenanya, tidak diperkenankan bagi wanita haid dan nifas untuk menyentuh mushaf jika memang tidak diperlukan dan tidak mendesak keadaannya, hingga dia suci.

Allah berfirman :

(79). لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (78). فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (77). إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Al -Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan”. (Qs. Al-waqia’ah ayat 77-79.

Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengisyaratkan dengan uslub yang tidak langsung mengarah kepada hukum menyentuh mushaf. Logikanya, jika Al-Kitab yang terpelihara itu tidak boleh disentuh di langit kecuali para hamba-hamba yang disucikan, maka tentu lebih ditekankan lagi bahwa seyogianya di bumi ini tidak ada para penduduk bumi yang menyentuhnya kecuali mereka yang disucikan.

Baca Juga >  Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya

Baca Juga : Membedakan Darah Haid dan Istihadhah

Namun jika keadaanya memang diperlukan atau darurat bagi wanita haid atau wanita nifas untuk menyentuh Mushaf, seperti seorang wanita yang tengah mengajar atau mempelajarinya atau takut lupa akan hafalannya, maka dibolehkan baginya untuk menyentuh Mushaf.

(Sumber : Buku Fiqih Wanita Empat Madzhab, Dr. Muhammad Utsman Al-Khasyt)

*) Oleh Lasari Nurfitri Aningsih, Mahasisw Magang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta