sholat subuh

Waktu Subuh Tidak Ngelilir, Ini 13 Langkah Menyikapinya!

Posted on

Berikut ini beberapa catatan tentang shalat subuh dan bagaimana kalau telat menjalaninya.

Pertama, jika sejak masuk waktu subuh tidak ngelilir (jawa : terbangun, sadar) sama sekali dan baru bangun setelah matahari terbit, maka tidak ada dosa baginya. Sholat subuh yang terhutang ini wajib diqodho (bayar hutang) tapi waktunya boleh kapan saja. Baiknya segera, tapi dilakukan besok besok juga boleh selama masih ada umur.

Kedua, jika setelah masuk waktu subuh, ia sudah sempat sadar tapi sengaja mengulur ulur atau sengaja tidur lagi (dan dia yakin tidurnya akan melanjur) sampai terbit matahari, maka ini adalah salah satu dosa terbesar dan keburukan terburuk yang dilakukan seorang muslim.

Ketiga, dalam kitab kitab fiqih dijelaskan, seorang muslim yang tidak mengerjakan sholat sampai habis waktunya, harus diminta taubat, jika tidak mau, harus dijatuhi hukum penggal oleh hakim. Bayangkan berapa besar dosa yang hukumannya penggal kepala.

Keempat, setelah bangun tidur pada penjelasan poin dua, wajib taubat, dan wajib segera mengqodho sholat shubuh. Tidak boleh diulur ulur seperti qodho shubuh pada poin satu.

Kelima, sholat qodho shubuh walaupun dikerjakan siang hari, bacaannya boleh jahr (keras) dan disunnahkan doa qunut.

Keenam, jika bangun dari tidur matahari belum terbit, maka harus memperhatikan berapa sisa waktu yang tersedia sampai terbit. Silahkan tengok jam dan jadwal terbit matahari pada aplikasi jadwal sholat di android anda. Belum punya? Instal sekarang. Tak ada yang lebih penting dari sholat.

Ketujuh, jika waktu yang tersisa hanya cukup untuk wudhu (dengan cepat) atau lebih sempit dari itu, maka hukumnya sama dengan poin satu. Sholat subuh diqodho kapan saja boleh. Segera lebih baik.

Kedelapan, jika sisa waktu masih cukup untuk wudhu (dengan cepat) dan satu rakaat sholat, maka tidak ada yang boleh dikerjakan kecuali segera wudhu dan sholat. Wudhu pun tidak boleh pake sunnah sunnah. Tidak usah mandi atau sikat gigi. Rakaat pertama sholat subuh harus dikerjakan dalam waktunya (sebelum terbit matahari).

Kesembilan, jika waktu yang tersisa masih longgar, dan setelah masuk takbiratul ihrom dipekirakan masih bisa menyelesaikan sholat dengan cepat sebelum habis waktunya, maka lebih baik sholat disempurnakan dengan melakukan sunnah sunnahnya meskipun sholat baru selesai setelah waktu sholat habis.

Kesepuluh, apapun itu, sholat subuh berjamaah tetap harus diusahakan, karena dua rakaat subuh dengan berjamaah sama nilainya dengan sholat sunnah semalam suntuk (penuh). Bayangkan dapat berapa ratus rakaat. Sedangkan jamaah isya hanya bernilai sholat sunnah separo (setengah) malam.

Kesebelas, pada poin satu, (qodho subuh karena telat bangun) secara fiqih memang tidak dosa, tetapi orang orang sholih jika mengalami hal ini pasti menangis, mencari cari tahu mengapa ia tidak diizinkan Allah untuk menghadiri undanganNya. Apa dosa yang membuatnya tertolak memasuki majelis pesta yang digelar oleh Allah, yang saat itu dihadiri dan dinikmati oleh para awliya sholihin seluruh dunia.

Keduabelas, begitu pula dengan meninggalkan sholat jamaah. Pasti ada dosa busuk yang membuat seseorang ditolak oleh Allah untuk ikut menikmati hidangan istimewaNya, bersama kekasih kekasihNya.

Ketigabelas, aturan berlaku untuk sholat lain selain subuh.

Penulis: KH Najih Ibn Abdil Hameed, Pengasuh Pesantren Darul Istiqomah Bojonegoro.