Wahabi Inkonsisten

Posted on

Oleh: KH. Fajar Abdul Bashir, Ketua LBM PWNU DIY, Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Bantul

Berangkat dari hadits :

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

وَعَنْ مُعَاوِيَةَ رضي الله عنه : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: (مَا أَجْلَسَكُمْ؟) قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ، وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ، وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا. قَالَ:ُ أَتَانِي جِبْرَائِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عزّ وجلّ يُبَاهِي بِكُمْ الْمَلَائِكَةَ ).[رواه مسلم والترمذي والنسائي

Dari Muawiyyah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw menghampiri kumpulan para sahabat, dan bertanya: “Apa yang membuat kalian duduk berkumpul seperti ini?”. Para sahabat menjawab: “Kami duduk berkumpul berdzikir dan memuji kepada Allah atas nikmat dan anugerah Islam yang telah diberikan kepada kita semua”. Rasulullah saw bersabda: “Telah datang Malaikat Jibril memberi kabar bahwa Allah membanggakan kalian semua di hadapan para Malaikat”. (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Menurut Imam An-Nawawi pengarang syarh Sahih Muslim, dalam At-Tibyan: “Hadits di atas sebagai dalil disunnahkan berzikir dengan berjamaah. Dan ini telah disepakati para ulama salaf dan kholaf.”

Namun menurut Utsaimin dan para pembesar Wahabi, mengatakan hadits di atas masih harus ditakwil dan tidak bisa dijadikan rujukan atas sunnahnya dzikir berjama’ah. Sebab hal tersebut tidak berlaku pada masa Rasulullah saw dan juga tidak di masa sahabat.

Ini menjadi lucu, la wong hadits itu menceritakan kisah Nabi dan Sahabat, kok malah alasannya tidak berlaku pada masa Nabi dan Sahabat. Kemudian mentakwil sebuah hadits yang telah jelas itu juga aneh, apalagi Wahabi terkenal anti takwil, sampai mereka menyesatkan Asy’ariyyah dan Al-Matiridiyyah karena mentakwil ayat-ayat musyabbihaat.